Keresahan

Lingkungan terus berubah setiap harinya, tanpa bisa kita tebak. Kalam-Nya telah berkata, tidak ada yang mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi esok. Sedangkan Kapten Mac Taylor dalam serial CSI: NY berkata semua bisa berubah dalam satu hari.

Menyikapi setiap perubahan yang terjadi, tentu sah-sah saja bagi kita untuk memiliki asumsi mengenai latar belakang apa yang sedang terjadi, kita rasakan, kita saksikan. Tidak ada larangan maupun batasan mengenai asumsi tersebut. Setiap pikiran berhak menebak dan menerjemahkan situasi yang ada di depan mata. Lanjutkan membaca

Iklan

Cinta Bersemi Di Pelaminan

Oleh: Anis Matta

Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.
Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.

Disini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh seorang istri. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: aku cinta padamu! Nasr tentu saja malu kerena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nasr. Betapa gembiranya Nasr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. Tapi mereka menderita. Dan Nasr meninggal setelah itu. Lanjutkan membaca

Kerinduan

Sore ini, tidak jauh berbeda dengan sore-sore lain yang pernah dilalui. Kesibukan dari rutinitas dan rasa lelah campur menjadi satu. Menyibakkan satu rasa. Aku harus tidur untuk melupakan kesibukan dan menghilangkan kelelahan.

Seketika di tengah lamunan yang diiringi oleh lantunan Bingkai Kehidupan dari Shoratul Harokah, memori di kepala secara otomatis beralih ke mode rewind apa yang pernah dilalui sekitar 5-7 tahun yang lalu. Ketika diri yang mulai merenta tua ini masih terbilang cukup muda, melewati hari di ruang kuliah, mushola atau sekedar memenuhi sekretariat dengan canda tawa.

Terbesit kerinduan dengan apa yang pernah dilalui. Banyak sekali yang berubah dalam 5 tahun ini. Canda tawa, keseriusan dalam berdiskusi atau hanya sekedar diam masih hangat terasa di hati. Berkumpul dengan orang-orang yang luar biasa. Dengan semangat dan mimpi yang selalu meninggi. Kesantunan dalam berinteraksi, saling mengingatkan jika lupa diri, atau saling memberi nasihat menjadi suatu kerinduan tersendiri yang ingin sekali untuk diulang dan diperbaiki. Lanjutkan membaca

Hadir Kembali

Kurang lebih sudah sembilan bulan, dihitung dari posting terakhir di Bulan Maret 2014, blog ini tidak pernah memuat tulisan baru. Kesibukan sebagai karyawan salah satu perusahaan menjadi penyebab utama disamping semangat yang terlalu besar untuk tidak melakukan sesuatu terhadap blog ini.
Oke, mari kita mulai bersihkan sarang laba-laba pada blog ini. Mulai saat ini, aku akan berusaha untuk terus memperbaharui tulisan di blog ini (seperti janji yang sudah-sudah :p ). Tentu saja, dengan sajian baru yang lebih segar dan lebih berisi serta lebih bermanfaat (semoga).
Baiklah, sebagai awal yang baru, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Semoga keberkahan dan kebaikan selalu bersama kita semua. Aamiin 🙂

Mengenai Hujan

Hujan adalah cara langit menyampaikan doa para hati yang merindu…. (Exval)

Hujan adalah bahasa alam,
Menterjemah sandi atas kata-kata yang tak bisa disampaikannya;
Cinta.. (Suci)

Hujan itu rahasia tuhan.
Dari tiada, dijadikannya kehidupan.
Curigaku, seperti itu jugalah.
Cinta.(Are)

Hujan adalah pertemuan yg indah antara air dari langit dan tanah yang dimediasi oleh gravitasi, mungkin seperti itu pulalah pertemuan antara aku dan kamu. (Rudi)

Dinamika Hidup

Ride the chaos storm of time and watch the wheel of life (Nidji-Liberty Victory) Image

Perjalanan hidup. Roda kehidupan. Setidaknya itulah kiasan kata jika kita merujuk pada sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Baik atau buruk, Sedih dan senang semuanya pasti kita alami. Ada yang menyenangkan tapi ada pula yang memusingkan kepala. Sudahlah menjadi sesuatu yang wajar jika kita mengalami kekecewaan atau berada dalam keterpurukan namun kita bangkit menuju sesuatu yang lebih baik. Hidup terus berputar.

Menyikapi perjalanan hidupku dalam 4 tahun terakhir. Semuanya begitu berwarna. Sedih, senang, kesulitan, kemudahan telah banyak dirasakan. Periode terbawah dalam 4 tahun terakhir pun sudah dirasakan. Menyedihkan memang ketika itu. Tapi yang pasti, seperti dialog seorang Zainuddin dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, “Luka pun ada sembuhnya”. Alhamdulillah semua dilewati.

Dan di saat semuanya dimulai kembali dari awal dengan impian yang satu per satu tercapai, mimpi lama yang sedikit demi sedikit mulai terwujudkan, kekecawaan, kegalauan, kesedihan itu kembali hadir. Senang sedih hadir berganti karena keduanya berdampingan bagai dua sisi mata uang. Mengutuk ketidaktegasan, meratapi ketakutan yang telah lalu hanya menambah besar ganjalan di hati.Harapan dan asa yang sempat hadir hilang begitu saja. Ada kekecewaan yang sangat besar di sekelilingku. Aku bisa merasakannya. Berat memang, tapi sangat berat bagi diriku yang menjalankan semuanya jika ada nada sumbang dan ganjalan kekecewaan dari orang terdekat. Harusnya semua dilalui dengan kegembiraan, dengan ucapan syukur, dengan kebanggaan. Bukan ratapan, penyesalan, kemarahan dan segudang amarah negatif. Itulah semua yang ada di dalam hati.Satu yang pasti, semua pasti berputar. Hidup ini tidak dinamis tapi akan selalu bergerak. Lanjutkan membaca

Soal Kenyamanan

Bukan masalah visual, tapi kenyamanan. Itulah kata bijak dari seorang sahabat pada sebuah diskusi di grup media sosial tentang calon pendamping hidup. Usia 25 tahun bagi seorang laki-laki adalah usia dimana kegelisahan mengenai pencarian pasangan hidup mulai memuncak.

Apa yang kita lakukan jika suatu hari kita bertemu dengan seseorang yang begitu kita idamkan? Kenyamanan begitu terpancar walaupun pertemuan tersebut tidak disengaja dan singkat. Ingin mengulang kembali percakapan singkat nan nyaman yang begitu dinanti sekian lama. Kata dan kalimat tersambung antara keinginan dan logika.

Tapi jangan lupa, hidup bukan hanya soal kenyamanan semata. Banyak rintangan yang membuat kenyamanan berkurang. Bahkan, bisa saja kenyamanan yang baru ditemukan adalah sebuah kenyamanan semu dan menipu. Realita yang begitu jauh dari angan dan cita. Terkadang, berprasangka adalah sesuatu yang lebih baik dan semoga berfungsi sebagai alat peringatan dini.

Putaran waktu begitu sempit dan badai ketidakpastian begitu kencang terasa. Chris Martin dalam lirik salah satu lagunya berkata, “If you never try, you’ll never know” atau lebih baik mendengarkan nasihat seorang Anis Matta dalam Serial Cinta, “Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan.”