Pentingnya Kesadaran Untuk Keselamatan Berlalu Lintas

polantasBaru-baru ini, di Kota Bengkulu, terjadi sebuah peristiwa yang cukup mengharukan. Seorang anak yang berusia 7 tahun, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Ironisnya, kecelakaan yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal di jalan raya saat si anak diantar ke sekolah oleh ibunya. Diagnosa dokter, anak tersebut meninggal karena ada retakan di tengkorak kepala si anak.

Kita tentu merasa sedih dan berempati dengan peristiwa tersebut. Dibalik kecelakaan yang dialami sudah menjadi takdir-Nya, kita semua pasti berharap tidak terjadi lagi hal-hal serupa. Namun, melihat realita di jalan raya saat ini, kesadaran akan keselamatan dalam berlalu lintas sudah menjadi barang langka. Masyarakat masih menganggap keselamatan dalam berlalu lintas bukan menjadi sesuatu yang harus diprioritaskan.

Ketidakdisiplinan dalam berkendara dapat kita lihat dalam keseharian. Kebetulan, saya selalu memanfaatkan kendaraan roda dua dalam beraktifitas. Pulang pergi ke kantor setiap hari selalu menggunakan sepeda motor. Pagi hari, waktu yang sangat tepat untuk melihat sebagian besar pengendara motor di jalan raya (di Kota Bengkulu), sangat tidak tertib dalam berlalu lintas.

Masih banyak anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Sejatinya, mereka belum boleh membawa kendaraan ke sekolah melewati jalan raya. Anak-anak usia 12 sampai 15 tahun tentu belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Alasannya, rumah mereka jauh dari sekolah, tidak ada yang mengantar ke sekolah, sampai orang tua yang mungkin berharap anaknya menjadi anak yang mandiri dan segudang pembenaran lainnya.

Hal lain yang dapat kita lihat masih banyak dari kita (dhi. masyarakat) yang melanggar marka jalan, “mengambil” jalan pengendara lain. Dan salah satu yang paling sering terjadi, banyak anak-anak yang tidak menggunakan helm saat diantar ke sekolah menggunakan kendaraan roda dua.

Berbagai alasan pasti akan kita dengar jika ditanya kenapa si anak tidak diberikan helm. Mulai tidak punya helm ukuran anak-anak, lupa karena buru-buru berangkat ke sekolah hingga merasa anak tersebut masih SD atau SMP sehingga tidak perlu menggunakan helm (jujur saja, alasan terakhir ini bagi saya sangat mengocok perut).

Saya sering melihat Polisi Lalu Lintas yang berjaga di pagi hari menegur (baik secara halus maupun berteriak dengan tegas pengendara yang membawa anak-anak tanpa menggunakan helm. Dan yang pasti terjadi setelah ditegur oleh petugas adalah pengendara sering sekali cengar-cengir merasa tidak bersalah dan menganggap sepele persoalan tersebut. Mereka tidak sadar, perbuatan mereka sangat berbahaya bagi keselamatan.

Perlu pendidikan sejak dini tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Mungkin benar, hal tersebut adalah tugas dari Polisi Lalu Lintas yang melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Mungkin benar, tugas para guru di sekolah untuk memberikan pendidikan yang baik termasuk pendidikan sosial masyarakat.

Tapi, satu hal yang perlu diingat adalah pendidikan pertama selalu datang dari rumah, dari orang tua. Para orang tua harus sadar, keselamatan adalah hal paling utama ketika sedang berada di jalan raya. Harus diberikan contoh baik dalam berlalu lintas dan melindungi sebaik mungkin anak-anaknya. Contoh paling sederhana adalah dengan memakaikan helm saat membawa anak menggunakan kendaraan roda dua. Penting sekali ajaran mengenai keselamatan di jalan raya demi mengurangi resiko buruk yang bisa terjadi.

Sudah saatnya kita menerapkan zero tolerance terhadap ketidakdisiplinan dalam berlalu lintas. Jangan melawan atau ngeyel jika ditindak oleh petugas. Semua harus disadari demi keselamatan di jalan raya, terlebih bagi pengendara roda dua. Ingat, jatuh di aspal tidak seenak jatuh cinta. Safety Riding is a must. Tulisan ini tentu saja bukan endorse dari kampanye keselamatan berlalu lintas. Hanya mencoba menggugah kesadaran kita (terutama saya pribadi) akan pentingya keselamatan di jalan raya.

Mari, Menuju Indonesia Tertib, Bersatu Keselamatan No. 1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s