Soal Kenyamanan

Bukan masalah visual, tapi kenyamanan. Itulah kata bijak dari seorang sahabat pada sebuah diskusi di grup media sosial tentang calon pendamping hidup. Usia 25 tahun bagi seorang laki-laki adalah usia dimana kegelisahan mengenai pencarian pasangan hidup mulai memuncak.

Apa yang kita lakukan jika suatu hari kita bertemu dengan seseorang yang begitu kita idamkan? Kenyamanan begitu terpancar walaupun pertemuan tersebut tidak disengaja dan singkat. Ingin mengulang kembali percakapan singkat nan nyaman yang begitu dinanti sekian lama. Kata dan kalimat tersambung antara keinginan dan logika.

Tapi jangan lupa, hidup bukan hanya soal kenyamanan semata. Banyak rintangan yang membuat kenyamanan berkurang. Bahkan, bisa saja kenyamanan yang baru ditemukan adalah sebuah kenyamanan semu dan menipu. Realita yang begitu jauh dari angan dan cita. Terkadang, berprasangka adalah sesuatu yang lebih baik dan semoga berfungsi sebagai alat peringatan dini.

Putaran waktu begitu sempit dan badai ketidakpastian begitu kencang terasa. Chris Martin dalam lirik salah satu lagunya berkata, “If you never try, you’ll never know” atau lebih baik mendengarkan nasihat seorang Anis Matta dalam Serial Cinta, “Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s