Shaum (Puasa) Itu Tetap Sederhana

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu. Namun nyatanya, hal tersebut hanya menjadi sesuatu yang akan selalu diketahui tanpa sekalipun kita mengamalkannya. Mengapa demikian? Perhatikan saja, tingkat konsumsi di tengah masyarakat meningkat tajam ketika Bulan Ramadhan.

Silahkan diperhatikan, bagaimana orang kebanyakan sibuk membeli takjil atau menu untuk berbuka puasa. Di satu sisi memang, menjadi keuntungan tersendiri banyaknya pasar bedug atau pasar dadakan yang menjual berbagai macam menu takjil berbuka puasa. Ekonomi masyarakat mengalami percepatan yang cukup baik. Tapi, terjadi inflasi yang tingginya melebihi pertumbuhan ekonomi masyarakat ketika Bulan Ramadhan, konsumsi sangat meningkat. Terutama bagi individu-individu yang menjadikan buka puasa sebagai ajang balas dendam dari puasa yang telah dijalani.

Kita tentu tidak bisa menghalangi perputaran uang yang terjadi begitu cepat, begitu banyak di Bulan Ramadhan ini. Kita tentu tidak bisa mencegah banyaknya uang keluar untuk sedekah, infaq, dan zakat karena pengeluaran tersebut memang bersifat alamiah untuk umat Islam terutama di Bulan Ramadhan. Tapi kita bisa dengan mudah untuk meredam tingkat konsumtif kita, tidak berlebihan saat di Bulan Ramadhan mulai dari tidak berlebihan membeli takjil yang mungkin nanti hanya menjadi hidangan yang mubazir di meja makan kita sampai berlebihan saat belanja menyambut datangnya Idul Fitri.

Islam tidak pernah mengajarkan untuk bermewah-mewah atau berlebihan terhadap sesuatu. Hemat saya, sikap berlebihan saat Bulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri hanya membuat puasa kita menjadi sia-sia. Mengapa demikian? Karena salah satu hikmah berpuasa adalah bagaimana kita mendekati diri kita dengan sang pencipta melalui sikap sabar dan pengendalian hawa nafsu. Jika kita terlalu berlebihan, terutama saat berbelanja dengan gelap mata, tentu saja seperti puasa kita menjadi sia-sia.

Islam tidak membutuhkan banyaknya makanan yang kita konsumsi saat berbuka. Islam hanya menganjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa jika waktunya tiba. Lagi pula, sudah banyak penelitian tentang buka puasa yang berlebihan tidak sehat untuk tubuh. Islam tidak membutuhkan pakaian baru saat Idul Fitri. Islam hanya membutuhkan jiwa baru kita setelah satu bulan melewati Bulan Ramadhan untuk lebih taat pada 11 bulan berikutnya.

Shaum (puasa) itu tetap sederhana. Wallahualam Bishawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s