Larangan Riba Bagi Seorang Muslim

Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita mengamalkan isi Al Quran dan hadits dalam kehidupan sehari-hari. Al Quran dan Hadits adalah pedoman hidup setiap muslim agar tercapai keselamatan hidup di dunia dan di akhirat. Di dalam Al Quran, ada larangan bagi setiap muslim untuk meninggalkan riba. Riba dapat diartikan sebagai pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Dan riba sangat erat kaitannya dalam kegiatan ekonomi di keseharian kita. Mulai dari transaksi dagang, pinjam-meminjam uang antar individu sampai urusan dalam dunia perbankan mungkin tidak kita sadari apa yang kita lakukan adalah transaksi yang mengandung riba.

Allah melalui Al Quran surat Al Baqarah mengharamkan setiap muslim untuk melakukan riba. Di Surat Al Baqarah ayat ke-275 disebutkan Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkanseperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila.Yang demikian itu karena mereka berkata jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Di ayat selanjutnya, Allah menegaskan akan memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Larangan ini kembali disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat ke-27, Hai orang-orang yang beriman, bertakwahlah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman.

Secara umum, riba ada 4 jenis, yaitu, Riba Qardh yang artinya tambahan tertentu yang diisyaratkan terhadap yang berhutang. Riba Jahiliyah, hutang yang dibayarkan lebih dari pokoknya karena yang berhutang tidak bisa membayar tepat waktu. Riba Fadhl, pertukaran barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, dan Riba Nasi’ah yaitu Penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang yang dipertukarkan dengan jenis barang lainnya. Riba nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.

Riba adalah salah satu dosa besar yang harus ditinggalkan oleh seorang muslim. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tarmizi secara jelas menggambarkan betapa besarnya dosa dari pemakan riba, “Riba itu turunan dosanya ada 70 dan yang paling rendah dosanya adalah seperti dosanya seorang anak yang berzina dengan ibunya (HR. Tarmizi).”

Islam adalah jalan hidup seorang muslim. Al Quran dan hadits adalah pedoman agar seorang muslim selamat dunia dan akhirat. Al Quran dan hadits sudah jelas untuk melarang seorang muslim untuk meninggalkan riba, apapun bentuknya. Dan sebagai seorang muslim yang selalu meningkatkan kualitas keimanan serta ketaqwaannya kepada Allah SWT, kita harus sebisa mungkin meninggalkan riba, agar terhindarkan dari murka-Nya dan selamat dunia serta akhirat. Wallahualam Bishawab.

*Tulisan ini adalah draft tulisan untuk Buletin Jumat Bank Muamalat Indonesia Cabang Pembantu Kayuagung-Palembang. Terbit perdana Insyaallah, Jumat, 15 Juni 2012/25 Rajab 1433 Hijriah. Mohon kritik dan saran untuk tulisan yang lebih baik. Terima Kasih.

4 pemikiran pada “Larangan Riba Bagi Seorang Muslim

  1. Kalo Bank Muamalat gak ada riba ko cicilannya lebih mahal dari bank konvensional???? sama-sama riba dong..cuma anti akad doang tapi esensinya sama

  2. Wah mas, klo masalah mahal tidaknya bukan soal riba atau ga… Riba kan dari cara perhitungannya, jelas klo cara perhitungan dan perolehan antara bank syariah dan bank konvensional itu berbeda.. klo mas bilang esensinya sama, itu kan persepsi, bukan pada realitanya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s