Apakah Ini Hasil Pendidikan Kita?

Sudah menjadi tradisi, jika setiap pengumuman kelulusan siswa Sekolah  Menengah Atas (SMA) atau setingkat setiap tahunnya, kita akan disuguhkan beberapa “tradisi” dari sekelompok siswa. Mulai dari coret-coret seragam sekolah, konvoi di jalanan dengan melanggar lalu lintas hingga terdengar tindakan-tindakan yang melanggar moral dan etika. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu dimana dua orang siswa berciuman bibir di depan umum saat pengumuman kelulusan. Terkadang, saya berpikir apa yang membuat mereka begitu senang dan tidak segan melanggar norma dan etika saat pengumuman kelulusan. Tidakkah mereka berpikir jika kehidupan setelah SMA begitu sulit?

Ada yang salah dalam pola pendidikan di Indonesia. Jika kita coba pahami, dari sejak di bangku TK hingga kuliah, seorang anak lebih banyak dituntut untuk memperoleh nilai secara kualitatif. Mereka diajak untuk berkompetisi meraih angka setinggi mungkin untuk dijadikan patokan berhasil tidaknya pendidikan yang mereka terima. Di sisi lain, asupan gizi tentang moral, pemaham materi yang mendalam, bahkan etika mendapat angka yang tinggi tersebut dirasa masih sangat kurang.

Pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas semua ini walaupun peran keluarga juga sangat penting. Karena warga negara adalah tanggung jawab pemerintah dan sudah sepantasnya pemerintah secara ekstrim berani untuk mengubah pola pendidikan saat ini. Sudah sepantasnya pendidikan di Indonesia tidak lagi berorientasi pada persaingan mencapai angka tertinggi saja tapi juga harus mengedepankan etika serta moral bagi para siswa. Jika tidak, selamanya pendidikan di Indonesia akan seperti ini. Lihatlah para koruptor atau PNS pemalas yang memenuhi negeri ini. Mereka adalah hasil karya nyata dari kelirunya pemerintah di zaman dulu dalam mengambil kebijakan pola pendidikan.

Meskipun kita tidak bisa menafikan prestasi para pelajar negeri ini yang terkadang mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang Internasional, saya rasa inilah saatnya untuk kita semua terutama pemerintah untuk mengubah pola pendidikan di Indonesia. Sedih, jika remaja kita lebih suka menangis karena batalnya konser Lady Gaga daripada melihat masih banyak warga yang kelaparan. Kita tentu merindukan hadirnya sosok Habibie muda di negeri ini atau kita tentu tidak ingin selalu menyayangkan berapa banyak anak-anak terbaik negeri ini yang lebih nyaman mengabdi di luar negeri ketimbang di negeri sendiri. Semoga pendidikan di Indonesia bisa segera menjadi lebih baik dari saat ini.

2 pemikiran pada “Apakah Ini Hasil Pendidikan Kita?

  1. memprihatinkan bro, sumpah ane prihatin. mudah2an ketika tiba waktunya generasi kita yang memimpin negeri ini bisa jadi lebih baik. aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s