Idealisme

Idealisme dalam artian umum seperti paham atau keinginan yang sesuai dengan ideal atau pakemnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Idealisme artinya adalah ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yang benar yg dapat dicamkan dan dipahami; 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.

Penjelasan di atas adalah sedikit dari sekian banyaknya pengertian apa itu idealisme. Tapi, di tulisan ini kita tidak akan berbicara dan membahas pengertian idealisme lebih jauh. Kita akan berbagi keluh kesah mengenai sebuah idealisme.

Bagi sebagian orang, idealisme adalah sesuatu yang menjadi jalan hidupnya ketika dia mempercayai idealisme tersebut. Bagi sebagian yang lain, idealisme adalah alat untuk mencapai tujuan dan maksud tertentu. Sedangkan untuk yang lainnya, idealisme adalah sesuatu yang menjijikan dan berkata orang yang memegang teguh sebuah idealisme adalah orang yang bodoh bagaikan seekor katak dalam tempurung. Ada juga yang berpendapat, idealisme hanya berlaku di ruang dan waktu tertentu. Misal saat di bangku kuliah. Selepas dari bangku kuliah, maka idealisme yang diyakini sudah tidak berarti.

Menghadapi dunia nyata dalam keseharian, sulit rasanya untuk terus memegang teguh idealisme dan apa yang telah kita yakini. Semula, kita telah memilih idealisme yang kita yakini sebagai the way of our life till the end of our life. Tapi, seiring dengan berjalan waktu, ada saja berbagai keadaan dan alasan yang mengharuskan kita menyimpan atau bahkan membuang idealisme yang telah kita pegang. “Jangan Terlalu Idealis” mungkin kata-kata itu sering kita dengar. Bahkan sering tertuju pada diri kita sendiri.

Ketika berdiri di persimpangan,kita akan memilih apakah akan berpegang teguh pada keyakinan dan idealisme kita atau meninggalkannya dengan berbagai alasan dalam menghadapi kenyataan. Terpikirkan pasti, bagaimana cermin seorang yang berpegang teguh pada pendiriannya walau ujung senjata apa sudah ditempatkan di mulutnya. Atau seorang pragmatis yang lompat sana-sini untuk keuntungan pribadi. Terbayang seorang Soe Hok Gie yang rela diasingkan daripada menyerah pada sebuah kondisi yang munafik. Atau seorang aktivis yang dulu lantang di jalanan tapi saat ini berpeluk erat dan mesra pada seorang yang dulu menemempatkan namanya dalam daftar teratas Daftar Pencarian Orang.

Sejatinya, hidup ini adalah pilihan. Bahkan ketika tidak memilih, maka sebenarnya kita sudah memilih suatu pilihan. Hanya semoga Dia selalu membimbing kita pada pilihan yang tepat dan terbaik untuk kita seperti yang kita inginkan di dalam hati ini.

4 pemikiran pada “Idealisme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s