Rabun Niat, Sebuah Kegelisahan…

Di tulisan ini, saya akan menceritakan salah satu pengalaman saya dalam keseharian. Termasuk kegelisahan yang saya temui.

Sebagai seorang Relationship Manager di salah satu bank, terkadang saya harus mewakili kantor saya di beberapa undangan yang diadakan nasabah ataupun mitra bank di tempat saya bekerja. Dan sebagai bank syariah, tentu saja banyak nasabah ataupun mitra kantor saya yang merupakan individu ataupun organisasi dengan nafas Islam yang kuat.

Konsekuensi logis dari seorang individu atau organisasi dengan nuansa Islam yang begitu kuat adalah mereka sangat mengerti dan memahami agama Islam dengan baik ketimbang masyarakat biasa kebanyakan. Mereka sangat mengerti akan Islam yang begitu kompleks dan menyentuh setiap sendi kehidupan. Al Quran, sebagai kitab suci umat Islam menyimpan begitu banyak petunjuk untuk kehidupan. Mulai dari masalah tauhid, sosial, hukum waris, politik sampai masalah ekonomi ada di dalam Al Quran.

Lalu, apa hubungan Islam dengan kelengkapan yang ada di dalamnya dengan pengalaman saya hari ini? Baik, akan saya ceritakan benang merah antara pengalaman hari ini dan kesempurnaan ajaran Islam.

Hari ini, saya diminta untuk mewakili kantor menghadiri acara pelantikan salah satu forum pondok pesantrren. Mereka yang hadir notabene adalah pemimpin dari setiap pondok pesantren yang ada dan mendapat gelar kiai. Selain itu, para santri maupun pengurus pondok pesantren juga banyak yang hadir. Intinya, sebagian besar mereka yang hadir adalah orang -orang yang mempelajari Islam dengan baik dari masyarakat umum kebanyakan. Sampai disini tidak adalah masalah. Keresahan saya baru muncul ketika dalam kata sambutan dari beberapa pihak panitia maupun organisasi tersebut. Dalam kata sambutan yang disampaikan mereka tidak ragu-ragu lagi menyebut untuk mendukung salah satu petinggi daerah maju dalam pilkada. Dengan pujian yang saya secara pribadi anggap sedikit berlebihan dalam kata sambutan, maka dipikiran saya ada anggapan bahwa forum ini tidak lebih dari sekedar “kendaraan” politik dari salah satu pihak untuk mencapai tujuannya pribadinya. Menyedihkan.

Mengapa menyedihkan? Karena menurut saya, tidak sepantasnya forum yang digadang-gadang sebagai salah satu pintu perbaikan kondisi moral masyarakat dan sebagai sarana untuk mempelajari Islam ini dikemudikan mereka yang hanya berpikir mendapatkan keuntungan untuk diri sendiri. Pragmatis. Mungkin itu kata-kata yang cukup “kasar” dalam menggambarkan mereka semua yang terlibat di dalam kegiatan ini secara langsung. Mereka tidak malu-malu lagi memanfaatkan agamanya untuk tujuan pribadi. Mencaplok nama Islam untuk keuntungan salah satu pihak. Na’uzubillah..

Pada dasarnya, Islam tidak melarang untuk berpolitik. Dalam sejarah emas dunia Islam, tercatat kegagahan umat Islam dalam berpolitik. Contoh paling mudah adalah bagaimana Rasullah SAW (Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad) dengan negara madinah dan piagam madinah yang beliau konsepkan dulu atau bagaimana elegannya seorang Shalahuddin Al Ayyubi (Saladin) mengelolah sebuah wilayah dengan baik dimana wilayah tersebut adalah merupakan tempat bagi 3 pihak yang berbeda kepentingannya. Hanya saja,dalam hati saya, pengalaman hari ini terkesan tidak elegan bagi mereka yang ingin berpolitik dengan membawa nama Islam. Bahkan ketika suatu saat nanti ada hal-hal negatif yang mereka lakukan, maka itu justru membuat jelek citra Islam itu sendiri.

Mengutip apa yang pernah disampaikan salah seorang teman dalam jejaring sosialnya, tampaknya benar saat ini bangsa kita sudah sulit membedakan mana tindakan yang didasari oleh keikhlasan dan mana tindakan yang didasari oleh pencitraan. Saya menggunakan istilah rabun niat untuk mereka yang tampaknya menggunakan agama untuk maksud dan tujuan pribadi. Semoga kita bisa cerdas untuk tidak memanfaatkan agama untuk tujuan pribadi bukan untuk Islam itu sendiri. Wallahualam Bishawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s