Paman Sam Kritis!

Sejak jatuhnya Lehman Brothers pada 2008, perekonomian Amerika seakan terus berjuang melewati badai krisis. Dampak yang ditimbulkan dari bangkrutnya perusahaan investasi terbesar di Amerika ini sungguh luar biasa dan berdampak pada perekonomian seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Walaupun efeknya tidak begitu dirasakan masyarakat, kondisi tersebut jelas memiliki daya yang besar untuk menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya krisis ekonomi yang lebih parah.

Melihat kondisi saat ini, terutama krisis ekonomi yang melanda beberapa negara di Benua Eropa, rasanya Amerika belum akan keluar dari kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi yang lebih serius. Faktanya, beberapa sektor sangat mendukung terjadinya kekacauan kondisi ekonomi yang lebih serius seperti tingkat pengangguran yang berada di angka 8,5 % dan adanya PHK dari perusahaan-perusahaan besar seperti PepsiCo yang berencana memecat hingga 8700 karyawan (international.kontan.co.id, 10 Februari 2012) dan Bank of America yang berencana memangkas 30.000 pekerjaan hingga tahun 2014 (tempo.co 22 Februari 2012). Belum lagi, hutang Amerika saat ini mencapai 2 Triliun USD.

Presiden Obama pun langsung mengambil “langkah seribu” untuk menyelamatkan kondisi perekonomian Amerika. Meski dinilai mengambil kebijakan yang kurang populer, Obama terus berupaya menghindarkan Amerika dari keterpurukan yang lebih dalam seperti adanya penawaran peningkatan pajak bagi masyarakat kaya dan kebijakan suku bunga rendah untuk kepemilikan rumah. Sampai ada anggapan Obama ikut campur dalam kesepakatan pembelian 230 unit pesawat Boeing oleh salah satu maskapai penerbangan Indonesia baru-baru ini.

Amerika mungkin sedikit sadar bahwa China dan India setiap saat bisa saja membuat mereka jatuh terpuruk hanya dalam sekejap mata. Untuk itu Amerika berupaya untuk mengubah “kiblat” ekonominya dari yang dulu booming di sektor keuangan dan telah memberi keuntungan yang sangat besar menjadi lebih pro ke perekonomian sektor riil. Ini dibuktikan dengan adanya kunjungan Presiden Obama ke perusahaan manufaktur berskala kecil, Conveyor Engineering and Manufacturing di Cedar Rapid, Iowa yang “hanya” mempekerjakan 80 karyawan. Ini mengindikasikan negara adidaya mengambil arah kebijakan ekonomi yang sepintas tidak beda dengan negara berkembang atau emerging market; pro-jobs dan pro-poverty alleviation.

Apapun yang dilakukan oleh Uncle Sam, jelas terlihat bahwa Uncle Sam sudah didiagnosis memiliki penyakit kronis yang bila tidak diobati sesegera mungkin akan menyebabkan kematian.

2 pemikiran pada “Paman Sam Kritis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s