Terima Kasih Garuda Muda, Kami Tetap Bangga!

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Kayuagung, 22 November 2011

Malaysia berhasil mempertahankan medali emas sepak bola Sea Games setelah di final mengalahkan Indonesia 4-3 (1-1) lewat drama adu pinalti. Raut kekecewaan jelas terlihat dari wajah pecinta sepak bola Indonesia. Terlebih, ini kekalahan kedua Indonesia dari Malaysia setelah kalah dalam partai final AFF Cup Desember 2010.

Bukan bermaksud mengecilkan negeri sendiri, saya rasa Malaysia perlu diberi selamat atas keberhasilan mereka. Tim mereka adalah tim yang bagus, sudah lama terbentuk. Sedangkan timnas Indonesia U-23 baru terbentuk kurang lebih dua bulan yang lalu. Malaysia pernah menjajal kekuatan Manchester United pada 2010, Chelsea dan Arsenal pada 2011. Bahkan mereka hanya kalah 0-1 dari Chelsea. Sedangkan Indonesia hanya menjajal kekuatan beberapa klub Liga Hongkong, klub lokal dan Timor Leste sebelum Sea Games digelar. Bahkan, kapten tim Malaysia, Bachtiar Badrol, pernah magang di Wigan Athletic, klub divisi utama Liga Inggris.

Terlepas fakta di atas dan kekalahan yang dialami oleh Indonesia, saya rasa apresiasi setinggi mungkin tetap harus kita berikan kepada tim Indonesia U-23.  Tidak mudah menciptakan prestasi dan permainan yang cukup baik dalam waktu dua bulan. Terlebih, Indonesia selalu gagal di fase grup setelah mendapatkan medali perunggu di Sea Games 1999.

Sebelas anak muda yang berjuang di lapangan, mereka yang duduk di bench, staf pelatih dan official tim adalah pahlawan yang telah berusaha memberikan kemampuan terbaik mereka. Sepak bola bukan sulap, membentuk sebuah tim tangguh dengan prestasi juara tidak bisa dalam waktu yang sangat singkat. Perlu waktu yang cukup panjang dan kesabaran yang luar biasa.

Semua pihak termasuk saya, terlebih para pemain dan official kecewa dengan hasil ini. Tapi, inilah yang terbaik. Dan apresiasi tertinggi tetap harus kita berikan kepada tim Indonesia U-23. Tanpa bermaksud merendahkan tim senior, kualitas yang mereka tunjukkan saat ini dianggap cukup baik ketimbang senior mereka. Harapan memiliki sebuah tim sepak bola yang tangguh kembali hadir dan terbuka lebar dengan kualitas permainan mereka.

Terima kasih Tibo, Okto, Wanggai, Egi, Meiga, Diego dan seluruh pemain atas peluh, keringat, dan kerja keras di lapangan. Terima kasih coach Rahmad Darmawan beserta staf pelatih dan official tim atas pemikiran dan kerja keras membangun tim ini. Terima kasih Garuda Muda. Walau kita kembali terpaksa menjadi nomor dua, Kami Tetap Bangga. Dan harapan untuk jadi yang terbaik itu akan selalu ada.

Terima Kasih Garuda Muda, Kami Tetap Bangga!

Garuda di dadaku… Garuda kebangganku…. Didedikasi untuk sepak bola Indonesia.

Satu pemikiran pada “Terima Kasih Garuda Muda, Kami Tetap Bangga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s