Sebuah Tekad

Meraih tekadKayuagung, 9 November 2011…

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang……

Sometimes life hits you in the head with a brick. Don’t lose faith. (Steve Jobs)

Lima bulan terakhir, bisa aku katakan adalah masa-masa kurang menguntungkan dalam hidupku selama ini. Bagaimana tidak, karena suatu hal yang sebagian orang menganggapnya adalah hal biasa dan sepele, semua apa yang kubangun kurang lebih satu tahun ini menjadi berantakan jika tidak ingin disebut hancur dan bahkan nyaris lenyap.

Butuh waktu yang relatif lama untuk bangkit kembali. Secara teori, aku mengetahui semua teori yang berkaitan dengan kebangkitan jika mengalami kegagalan atau keadaan yang kurang menguntungkan. Namun, dari sisi psikomotorik, bisa dibilang tidak ada dorongan untuk menjalankan teori-teori tersebut dengan  baik.

Waktu terus berjalan dan keadaan terus berubah. Aku sadar (walaupun telat menyadarinya) aku harus segera bangkit dan berjuang kembali mengumpulkan mimpi dan cita-cita yang telah berserakan. Jika tidak, mungkin namaku hanya akan menjadi kenangan dimana pun tempat yang pernah aku singgahi.

Merestorasi hidupku, mungkin itu yang akan aku lakukan. Melupakan objek dan subjek yang telah membuat hidupku berantakan dan memulai semuanya dari nol. Mengulang kembali dari garis start meskipun kemarin aku sudah berada di tengah lintasan.

Semuanya telah terjadi, tak perlu mencari sebab maupun alasan kenapa semuanya terjadi. Yang ada dipikiran saat ini, mungkin apa yang telah terjadi adalah balasan ketika dulu aku berada di puncak dan hampir memiliki segalanya, aku yang lemah ini melupakan Dia yang memiliki hidup ini.

Ah, tidak ada gunanya menyesali apa yang terjadi. Jadikan saja semuanya landasan untuk esok yang lebih baik. Tidak masalah untuk mulai dari nol lagi, mengulang dari garis start walau kemarin sudah berada di tengah lintasan. Kuanggap ini semua adalah fase kehidupan yang harus dilalui, karena aku yakin setiap orang memiliki fase terpuruk dalam hidupnya, tinggal bagaimana kita menjalaninya. Jadikan sebagai pelajaran karena hidup adalah pembelajaran.

Ya Rabb, maafkan aku atas semua yang telah terjadi. Bimbinglah aku agar tidak larut dalam kesalahan dan bantulah aku mewujudkan segala citaku..

Sahabat, ingatkan aku agar selalu memang teguh tekadku untuk  menjadi lebih baik setelah aku menulis ini. Tegur aku, jika aku melanggar tekadku, bahkan caci saja diriku jika aku melupakan tekad yang tertuang dalam tulisan ini. Insya Allah, akan kudoakan peringatan, teguran, bahkan cacian kalian menjadi pemberat amalan kebaikan kalian di akhirat nanti.

Aku yakin, habis gelap, terbitlah terang… don’t lose faith🙂

3 pemikiran pada “Sebuah Tekad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s