Pengulangan Sejarah….

Akan ada terjal  dalam sebuah perjalanan, dalam cakupan kebiru-biruannya langit kita hidup dan menikmati perjalanan kita, tinggal arah itu mau dibawa kemana…, dalam melangkah pun banyak bisikan yang menghampiri kita, bisikan semangat dan bisikan penghilang semangat… Dulu, masa kuliah menjadi masa “pembelajaran hidup episode awal”, selain dunia akademis, melakoni “miniatur hidup” pun menjadi bagian episode yang tak terlupakan, pada tulisan ini, aku ingin mengungkap satu kisah penting, sebagai penyemangat bagi Musafir Kelana Ekonomi Islam dari bumi Iqtishaad nun jauh di Indralaya yang sedang menimba ilmu di bumi Borneo.

Teman….Jikalau mengenang kembali sejarah, kita ingat ketika kita menjadi bagian dalam upaya sosialisasi ekonomi islam, peneguhan eksistensinya dengan berjuang mensosialisasikan Ekonomi Islam di kampus bahkan lebih luas,  berbekal semangat dan idealisme menjadi motor yang seolah tidak pernah kehabisan energinya. Bahkan, keterbatasan yang kita miliki, seolah tidak pernah menjadi penghalang bagi bergeraknya kita. Tanpa ruang, alam terbuka menjadi tempat yang begitu nyaman. Minus dana bukan menjadi alasan untuk tidak berdiskusi. Sejarah itu bermula dari diskusi-diskusi sederhana, kecil, singkat, dan dengan segala keterbatasannya, hingga tanpa terasa langkah-langkah mengikhtiyarkan kontribusi mulai dirintis. Bersamaan dengan itu, kita senatiasa membawa serta cita-cita yang bisa jadi tidak banyak orang mencita-citakannya.

Menjadi wajar, jika kita sering merasakan kesulitan yang mirip lebih dari sekali. Karena, kita membutuhkan lebih dari sekali mempelajari hal-hal yang mirip. Dan ekstrimnya, tak perlu heran, jika Anda mengalami kesulitan selamanya, jika Anda ternyata tak sanggup belajar dari kesulitan.

Sejarah memang akan terus berulang, kegagalan, keputus asaan, masalah klasik akan selalu hadir, mana kala kita belum mampu mencari masalah baru dan menuntaskan masalah yang lama, senyumin saja semua “kesinisan hidup” yang seolah menerpa dengan stigma-stigma negatif : mewah, jalan-jalan, bukan murni, dan lain-lain, anggaplah… semua iri pada konsistensi kita…teruslah melangkah, bebaskan dirimu dari hiruk pikuk berterbangan masalah demi masalah…. Karena kita yakin teman, Insya Allah wujud langkah ini adalah pembelajaran menuju kehidupan yang sebenarnya…SELAMAT BERJUANG!!!

  

Fa inna ma’al ‘usri yusron. Inna ma’al usri yusron

Maka sesungguhnya, setelah (beserta, di balik) kesulitan itu, ada (setelah mempelajarinya) kemudahan. Sesungguhnya, setelah (beserta, di balik) kesulitan itu, ada (setelah mempelajarinya) kemudahan.

Ditulis oleh Muizzuddin

Courtesy: http://www.facebook.com/?ref=home#!/note.php?note_id=10150162368044923

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s