Biarkan Cinta Membuatmu Dewasa

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gurun pasir di tengah gurun. Begitulah cinta. Ia ditakdir jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat! (M. Anis Matta)

Sebenarnya, tidak ada yang salah ketika rasa itu datang menghampiri. Tidak ada yang salah juga ketika rasa itu jatuh ke siapa saja. Mungkin yang salah hanyalah bagaimana kita bisa menyikapi dan mengatur diri kita ketika rasa cinta itu datang.

Tidak ada yang bisa memberikan definisi pasti apa itu cinta. Ya, cinta bukanlah suatu cabang ilmu eksakta yang dapat diketahui secara pasti hasil perhitungannya melalui sebuah formula. Tidak ada yang pasti mengenai definisi cinta. Cinta mungkin lebih tepat diklasifikasikan sebagai sebuah kata kerja seperti yang diungkapkan gurunda M. Anis Matta dalam bukunya, Serial Cinta.

Cinta adalah sebuah kata kerja. Cinta akan bekerja terhadap diri kita. Begitu rasa cinta datang menghampiri, ia akan bekerja membuat diri kita menjadi seorang yang dewasa atau seorang yang kekanak-kanakan. Cinta akan membuat diri kita menjadikan seorang ahli sabar dan cerdas atau bisa menjadikan diri kita seorang yang bodoh dan arogan.

Suatu waktu, saya pernah berbincang dengan salah seorang sahabat. Perbincangan yang menurutku sangat pedas dan menusuk diri ini. Tapi tidak masalah, karena saya menanggapi perbincangan tersebut dari sisi positif yaitu kita harus cerdas dan bersikap dewasa dalam menghadapi setiap hal, termasuk saat cinta menghampiri diri. Seorang bijak mengatakan, “Menjadi Tua Itu Pasti, Menjadi Dewasa Itu Pilihan”. Dan saya memilih untuk tidak ada alasan menunda menjadi seorang yang bersikap dewasa menghadapi setiap hal. Walau mungkin masih dalam tahap belajar bersikap dewasa.

Terakhir, kembali saya mengutip apa yang disampaikan M. Anis Matta dalam bukunya Serial Cinta tentang apa itu cinta karena cinta adalah kata yang sangat istimewa. Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta.

Palembang, 3 Februari 2011. Di bawah awan hujan yang penuh cinta membasahi bumi.

2 pemikiran pada “Biarkan Cinta Membuatmu Dewasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s