Kisah Seekor Katak dan Gedung Bertingkat

Berkisah di sebuah kota besar, diadakan suatu perlombaan bagi para katak yang ada di kota tersebut. Lomba yang diadakan adalah lomba untuk mencapai puncak dari sebuah gedung bertingkat tanpa lift atau eskalator. Ratusan ekor katak dari seluruh pelosok kota berdatangan untuk mengikuti lomba tersebut.

Sebelum perlombaan dimulai, banyak suara miring yang berdatangan kepada setiap katak yang akan mengikuti perlombaan. Suara miring tersebut berkata bahwa percuma saja katak-katak itu bersusah payah untuk mencapai puncak gedung, tidak akan ada satu ekor katak pun yang bisa mencapai puncak gedung. Katak-katak tersebut hanya akan menjadi bahan tontonan dan tertawaan siapa saja yang menyaksikan lomba tersebut. Tidak sedikit katak yang terpengaruh dan mengundurkan diri dari lomba.

Lomba pun dimulai. Dipertengahan lomba banyak katak yang menyerah sebelum sampai ke puncak gedung. Ada yang kelelahan, ada yang putus asa di tengah jalan karena mendengar suara negatif bahwa apa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang sia-sia. Sampai akhirnya ada satu ekor katak yang berhasil mencapai puncak gedung. Betapa bahagianya ia karena ternyata hanya dia satu-satunya katak yang berhasil sampai di puncak gedung.

Ketika ditanya apa yang membuat dia berhasil mencapai puncak gedung, sang katak menjawab bahwa sepanjang lomba dia menjadi katak yang tuli. Tuli dalam artian, dia tidak terlalu mendengarkan dan menghiraukan suara-suara negatif yang ditujukan kepada katak-katak peserta lomba. Dengan mengesampingkan suara negatif tesebut, dia tetap berusaha keras untuk mencapai puncak gedung hingga akhirnya ia menjadi pemenang.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas adalah bagaimana kita harus memiliki tekad yang kuat saat mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Kita harus mengabaikan setiap suara negatif yang menghampiri diri kita ketika sedang berusaha mencapai tujuan yang kita cita-citakan selain kita juga harus terus bekerja keras sampai terwujudnya apa yang kita citakan.

Kita harus yakin dengan kekuatan yang ada pada diri kita dan jangan mudah untuk terpengaruh orang lain. Tekad kita harus kuat. Jangan pernah menyerah sebelum berjuang. Wallahualam bishawab.

*sebuah motivasi yang didapat dari sebuah silaturahim. Jazakallah Khairan Katsiron, Ustad🙂

2 pemikiran pada “Kisah Seekor Katak dan Gedung Bertingkat

  1. salah satu dosen ambo pernah bilang, hasil itu belakangan. yang penting proses. oleh karena itu, ketika dalam proses kita ga boleh cepat menyerah. karena dari situlah paling banyak kita dapatkan pelajaran. seperti yang antum bilang, kita harus memiliki tekad yang kuat saat mengerjakan sesuatu, sehingga hasilnya nanti baik. tapi baik atau nggak hasilnya, kalo kita bersungguh2, pasti selalu ada pelajaran yang bisa diambil. ye ga ye ga?😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s