Bank Syariah, Lebih Dari Sekedar Bank

Sudah lama tidak menulis sendiri untuk blog ini, kali ini saya akan menulis mengenai bank syariah, sebuah tema yang selalu hadir dalam blog saya. Saya ingin berbagi apa yang ada dalam pikiran saya saat ini mengenai bank syariah. Bukan bercerita mengenai teori perbankan, melainkan keluh kesah (jika boleh menyebutnya begitu) mengenai bank syariah. Mungkin saya hanya segenggam atau bahkan sebutir debu dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, tapi izikan saya untuk mengutarakan pendapat saya mengenai bank syariah saat ini.

 

Perkembangan bank syariah di Indonesia saat ini sudah cukup menggembirakan. Meskipun market share perbankan syariah di Indonesia masih belum menyentuh angka yang diharapkan, namun pertumbuhan aset perbankan syariah secara nasional sungguh sangat menggembirakan (aset perbankan syariah nasional sebesar 90 Triliun Rupiah per Desember 2010). Ini menandakan bahwa volume bisnis perbankan syariah Indonesia sudah semakin besar dari sebelumnya.

 

Meski demikian, masih ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dari perkembangan perbankan syariah tersebut. Hal yang paling penting untuk menjadi sorotan menurut saya adalah Sumber Daya Insani atau orang-orang yang berada dalam industri perbankan syariah tersebut karena mereka yang menentukan arah perjalanan industri ini.

 

Saya merasakan pelaku industri perbankan syariah saat ini banyak yang sedikit melupakan bahwa mereka sedang menggerakkan sebuah industri yang sangat kental dengan nilai-nilai Islam. Tidak sedikit juga mereka yang mengerjakan sesuatu menuju pencapaian yang ditargetkan melaksanakan hal-hal yang semestinya tidak boleh dilakukan dalam industri perbankan syariah tapi masih dilakukan dengan mengeluarkan dalil-dalil pembenaran atas tindakan mereka.

 

Sumber Daya Insani perbakan syariah tidak hanya berperan sebagai seorang karyawan dari sebuah perusahaan. Tapi mereka juga adalah da’i yang menyuarakan kebenaran ajaran Illahi ke masyarakat luas. Mereka harus bisa memahami hitung-hitungan teori perbankan yang bersifat duniawi dan juga harus bisa mengajak orang lain beralih kepada sebuah sistem keuangan yang bernuansa keislaman yang dapat membantu orang lain mempersiapkan kehidupan di akhirat. Harus ada keseimbangan antara ilmu yang bersifat dunia dan ilmu yang bersifat akhirat dalam diri seorang pelaku perbankan syariah.

 

Sebisa mungkin mereka yang terlibat dalam industri ini harus mengikuti apa yang telah diajarkan dan dilakukan oleh Rasullah SAW dalam bermuamalah. Pelaku industri perbankan syariah di Indonesia paling tidak berpegang pada tiga prinsip dasar dari dalam diri Rasullah, Muhammad SAW yaitu Amanah, Siddiq, dan Fathonah. Jika ketiga prinsip ini dipegang dan dijalankan, Insya Allah akan memberikan keuntungan untuk mereka yang menjalankan industri ini.

 

Memang, diperlukan suatu pemahaman yang lebih dari seorang pelaku industri perbankan syariah. Mereka harus memiliki keseimbangan yang baik antara hal duniawi dan akhirat. Tidak hanya disibukkan dengan kepentingan dunia namun juga harus mengedepankan kepentingan akhirat. Mereka juga harus cerdas dalam melakukan hubungan antar sesama manusia dan harus cerdas juga dalam membangun hubungan dengan Allah SWT.

 

Saya sadar, bahwa para pelaku industri perbankan syariah bukanlah malaikat tapi melainkan manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan sekecil apapun. Walau demikian, bukan berarti kita sebagai manusia biasa tidak bisa menuntun diri kita ke arah syariah yang ideal. itulah mengapa saya mengambil judul tulisan ini Bank Syariah, Lebih Dari Sekedar Bank (terinspirasi dari tagline IB Perbankan Syariah) karena bank syariah bukan hanya sebagai lembaga keuangan tapi juga sebagai lembaga pembina spiritual pelakunya.

 

Dan saya masih optimis industri perbankan syariah ke depan akan jauh lebih baik dari saat ini dalam segala hal meskipun saat ini masih banyak suara sumbang mengenai industri perbankan syariah di Indonesia. Wallahualam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s