Memunculkan Nilai Keislaman di Bank Syariah: Sebuah Pengantar

Sejak tahun 1992, dimana bank syariah pertama berdiri, perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia terus berkembang secara pesat. Terlebih dengan dikeluarkannya Undang-Undang nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Secara kuantitatif, aset perbankan syariah nasional terus naik setiap tahunnya.

Meskipun demikian, pangsa pasar bank syariah sendiri dirasakan masih berkembang secara lambat. Di akhir 2008, ketika UU No. 21 Tahun 2008 baru dikeluarkan, banyak yang optimis pangsa pasar bank syariah mampu menyentuh angka 5 persen. Nyatanya, hingga hari ini pangsa pasar bank syariah masih berada di bawah 5 persen.

Salah satu penyebabnya adalah masih banyak keraguan di tengah masyarakat terhadap sistem syariah yang diusung bank syariah itu sendiri. Masih banyak anggapan masyarakat bahwa bank syariah tidak jauh berbeda dari bank konvensional. Penggunaan kata bagi hasil adalah kalimat klise untuk bunga yang digunakan bank konvensional. Padahal jelas sekali perbedaan antara bagi hasil dan bunga serta aspek keberkahannya.

Ini tentu menjadi tugas dari SDM yang ada di industri bank syariah. Terutama bagi SDM yang berkesempatan berinteraksi langsung di tengah masyarakat.  SDM bank syariah harus sebisa mungkin menarik perhatian masyarakat terhadap bank syariah. upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menunjukkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat seperti bagaimana menjaga silaturahim, menepati janji, dan berinteraksi tanpa harus melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam syariah Islam.

Saat ini, nilai-nilai keislaman memang harus ditampakkan di tengah masyarakat karena nilai-nilai keislaman itu sendiri memiliki berbagai macam keindahan sebagaimana Islam itu sendiri yang penuh dengan keindahan dan kedamaian. Sudah tidak zamannya lagi jika terus mengedepankan halal-haram. Bukan berarti permasalahan halal-haram tersebut bukan sesuatu yang penting namun masyarakat dirasa perlu diajak berpikir melalui pendekatan logika yang lain dan bisa menarik perhatian lebih dari masyarakat.

Tentu, di dalam industri perbankan syariah itu sendiri, bank syariah juga harus menampilkan nilai keislaman tersebut di dalam organisasinya. Agar tidak ada sesuatu yang kontras terjadi. Akan menjadi suatu keanehan jika SDM bank syariah menggiatkan nilai keislaman di tengah masyarakat tapi di dalam organisasi bank syariah itu sendiri justru tidak memunculkan nilai keislaman seutuhnya. Wallahualam bishawab.

3 pemikiran pada “Memunculkan Nilai Keislaman di Bank Syariah: Sebuah Pengantar

  1. Jadikan diri kita sebagai orang yg terdepan memperjuangkan syariah di segala lini kehidupan… Allahuakbar..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s