Arti Sebuah Gelar

Suatu pengalaman baru saya dapatkan ketika bertemu seorang yang baru saat itu saya temui. Pengalaman yang membuat harus “berpikir keras” mengenai apa arti dari sebuah gelar sarjana. Suatu hal yang dalam keseharian kita mungkin sangat membanggakan gelar tersebut, gelar yang merupakan buah dari belajar selama bertahun-tahun. Dan juga mungkin merupakan suatu hal yang maknanya dalam keseharian sering kita abaikan.

Terkadang, kita terlalu bangga dan tinggi hati dengan suatu gelar, baik itu gelar sarjana atau gelar-gelar lainnya tanpa berusaha memahami nilai-nilai esensial dari gelar tersebut. Ambil contoh seorang yang bergelar sarjana dan tentu saja itu menjadi status sosial yang terhormat di masyarakat. Kenyataannya, status sosial yang tersebut tidak menjamin seseorang untuk bisa berbuat sesuai dengan harapan masyarakat banyak. Lihat saja, mereka yang tersandung masalah hukum seperti korupsi adalah orang-orang berpendidikan. Mereka kurang atau tidak sama sekali memberi manfaat bagi masyarakat yang sebenarnya adalah tugas utama mereka untuk memberi manfaat kepada masyarakat. Dalam sebuah ungkapan yang ekstrim, tidak ada bedanya antara orang yang bergelar sarjana dengan (maaf) orang tidak pernah sekolah atau tidak berpendidikan.

Atau seseorang yang menyematkan huruf “H” di depan namannya karena pernah menjalankan ibadah haji tapi masih berteman akrab dengan riba, sombong, ghibah atau berbagai penyakit hati lainnya. Gelar haji mungkin hanya dijadikan sarana agar orang lain melihat bahwa ia pernah berangkat menjalankan ibadah haji tanpa berusaha memahami arti haji yang sesungguhnya.

Di balik sebuah gelar, apapun gelar tersebut, sebenarnya terdapat ilmu yang bermanfaat dan sebuah tanggung jawab kita terhadap  ilmu tersebut. Dengan gelar dan ilmu yang kita miliki, perbuatan serta pola pikir kita sudah lebih berkembang dari sebelumnya. Harus ada manfaat dari ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang kita miliki untuk orang lain.

Jadi, tidaklah penting sebuah gelar disematkan di nama kita. Apapun gelarnya yang penting adalah bagaimana kita bisa memanahami dan mengimplementasikan ilmu yang kita miliki bisa bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain. Sungguh indah jika kita bisa bermanfaat bagi orang lain, silaturahim dan kasih sayang sesama kita akan lebih bernilai jika satu sama lain saling memberi manfaat dari ilmu yang dimiliki.

Semoga gelar dan ilmu yang kita miliki bisa memudahkan kita untuk terus ber-fastabiqul khairat, berlomba-lomba berbuat kebaikan dan saling bermanfaat bagi sesama. Wallahualam Bishawab.

 

*Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberi masukan dari arti sebuah gelar

3 pemikiran pada “Arti Sebuah Gelar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s