Untuk Sepak Bola Indonesia yang Lebih Baik

Seperti tidak pernah lepas dari permasalahan, dunia sepak bola Indonesia kembali mendapat sorotan. Setelah selama ini dianggap belum bisa memberikan prestasi yang terbaik, kinerja wasit yang kadang masih dipertanyakan, sampai isu naturalisasi pemain, seakan tidak cukup menjadi bahan pembicaraan mengenai sepak bola Indonesia.

Topik terbaru dalam permasalahan Sepak Bola Indonesia terjadi saat final Piala Indonesia, Minggu, 1 Agustus 2010 yang mempertemukan Sriwijaya FC dan Arema Indonesia. Pertandingan tersebut memang berlangsung panas dengan pelanggaran keras dari salah satu tim. Hingga pihak keamanan pun harus langsung turun tangan untuk mencegah terjadinya sebuah keributan. Wasit pun dituding tidak fair dalam memimpin pertandingan. Padahal, wasit yang memimpin pertandingan tersebut adalah wasit terbaik di negeri ini dan memiliki lisensi FIFA.

Penonton yang membludak hingga sejumlah penonton turun dari tribun juga harus menjadi perhatian. Namun, yang menjadi pusat perhatian dari pertandingan antara Sriwijaya FC dan Arema Indonesia adalah tertundanya pertandingan selama hampir 1 jam saat istirahat babak pertama karena adanya pihak yang menganggap wasit bertindak tidak fair sehingga berpotensi menyulut keributan dan meminta wasit untuk diganti.

Padahal, sebuah pertandingan adalah wilayah kekuasaan mutlak seorang wasit dan jika memang wasit dianggap tidak mampu untuk memimpin pertandingan, maka Pengawas Pertandingan yang akan memutuskan untuk mengganti wasit. Ini yang harus dipahami oleh semua pihak. Suatu pertandingan sepak bola adalah domain dari wasit dan Pengawas Pertandingan. Bahkan seorang ketua PSSI atau Presiden FIFA pun tidak berhak untuk memutuskan dilakukan pergantian wasit atau pertandingan dihentikan.

Kita patut bersyukur pertandingan final Piala Indonesia antara Sriwijaya FC dan Arema Indonesia berakhir dengan baik. Tidak ada keributan atau kerusuhan yang mungkin dikhawatirkan terjadi. Adanya amarah atau luapan emosi dalam pertandingan tersebut adalah suatu hal yang wajar dalam semua pertandingan asalkan pihak-pihak yang bertanding terus menjunjung tinggi sportifitas dan fair play yang memang diperlukan dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Butuh Kedewasaan Semua Pihak

Kedewasaan merupakan sesuatu yang diperlukan untuk menyikapi sebuah permasalahan agar kita bisa bijak dalam menilai dan mencari solusi permasalahan tersebut. Apapun permaslahannya, harus diselesaikan dengan sebaik mungkin tanpa menabrak atau melanggar aturan-aturan yang ada. Dalam permasalahan yang terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola, semua pihak harus memahami rules of the game dari sepak bola itu sendiri dan memahami serta bersikap profesional terhadap perannya masing-masing.

Kita tentu berharap kepada pihak keamanan untuk bisa menjaga suasana agar tetap kondusif selama pertandingan. Kita juga harus bisa membantu menciptakan suasana yang kondusif. Sebagai pemain dan tim yang bertanding, kita harus bisa menjunjung tinggi sportifitas dan fair play selama bertanding serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memancing emosi pihak lain terutama suporter. Keluarnya ledakan emosi, amarah, atau protes adalah hal yang wajar dalam suatu pertandingan asalkan masih berada dalam kendali dan tidak berpotensi menyebabkan keributan.

Suporter pun diminta juga bertindak sportif dan dewasa dalam menyikapi apa yang terjadi di lapangan. Tidak over acting dalam mendukung tim kesayangannya sehingga tidak perlu untuk melakukan hal-hal seperti pelemparan botol ke lapangan dan membakar sesuatu di tribun. Tujuannya jelas, untuk menciptakan situasi yang kondusif selama pertandingan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Suporter di beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Italia bisa dijadikan contoh, mereka sangat fanatik dengan klub kesayangannya tapi mereka tidak pernah melakukan perbuatan yang dapat merugikan dirinya dan klub yang dibelanya.

Sebagai perangkat pertandingan, wasit juga harus bisa memimpin pertandingan sebaik dan seadil mungkin. Benar, wasit juga manusia yang tidak luput dari kesalahan. Jika terjadi kekeliruan dari kepemimpinan wasit yang tentunya tidak disengaja, harus bisa kita terima dengan lapang dada dan biarkan komisi wasit yang menginvestigasi kesalahan tersebut serta menentukan sanksi jika memang perlu dijatuhkan sanksi. Wasit sendiri juga harus bekerja sebaik mungkin dan bersikap profesional serta selalu mengawal terwujudnya pertandingan yang fair.

Organisasi sepak bola (dalam hal ini PSSI) juga harus bisa bersikap untuk menciptakan iklim sepak bola yang baik. PSSI sebagai otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia, harus bersikap tegas dengan melakukan perbaikan di sistem pesepakbolaan nasional dan perangkat-perangkat yang ada di bawahnya agar tidak ada campur tangan dari pihak lain di luar perangkatnya. Kewibawaan PSSI sangat dituntut disini dan kita sekali lagi bersyukur tidak ada juara bersama dalam final Piala Indonesia 2010. Jika ada keputusan juara bersama antara Sriwijaya FC dan Arema Indonesia, maka keputusan tersebut akan semakin memperburuk citra PSSI di mata masyarakat.

Kuncinya adalah kedewasaan kita dalam memandang dan menyikapi permasalahan yang terjadi. Biarkanlah mereka yang berwenang terhadap segala keputusan di lapangan melakukan pekerjaannya dan kita berikan saja kepercayaan untuk itu. Kita tidak perlu untuk menabrak job description yang sebenarnya bukan berada di domain kita dengan alasan apapun. Bersikap profesional dan menerima keputusan yang terjadi di lapangan dengan pikiran yang jernih serta lapang dada akan mewujudkan pertandingan sepak bola yang kondusif.

Kita tentu tidak mungkin bertanya bagaimana dan meminta seorang petani untuk memperbaiki sebuah mobil dan kita juga tidak mungkin meminta seorang montir mengajari kita bagaimana cara menanam padi yang baik. Jika suatu pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya, maka tunggulah datangnya kehancuran, begitulah nasihat Rasullah SAW kepada kita.

Akhir kata, selamat kepada Sriwijaya FC yang telah meraih Piala Indonesia 3 kali berturut-turut. Salut untuk Arema Indonesia yang telah bertanding dengan penuh semangat dan menyuguhkan permainan yang menarik. Final Piala Indonesia 2010 membuktikan kedua tim ini adalah tim yang terbaik di Indonesia.

Palembang, 2 Agustus 2010. Untuk Sepak Bola Indonesia yang Lebih Baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s