Sebuah Cerita Dari Timnas Sepak Bola Indonesia

Sudah cukup lama saya tidak menulis untuk blog saya sendiri. Kebetulan malam ini saya menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola yang menginspirasi saya untuk menulis malam ini.

Ya, kekecewaan kembali hadir ketika menyaksikan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia bertanding. Jauh panggang dari api. Itulah yang tersaji dari pertandingan Indonesia vs Kuwait yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Memang, Indonesia tidak mengalami kekalahan tapi hanya mampu bermain imbang 1-1 setelah sebelumnya unggul 1-0 di babak pertama. Hasil ini membuat peluang Indonesia untuk tampil di Asia Cup 2011 di Qatar menipis bahkan menghilang. Hasil ini juga menimbulkan pertanyaan pada sebagian orang akan manfaat program Training Center yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum pertandingan tersebut. Sebuah program yang membuat sejumlah klub dengan berat hati mengikhlaskan beberapa pemain terbaiknya mengikuti program tersebut.

Sebenarnya apa yang salah dari timnas Indonesia? kualitas pemain? Strategi pelatih? Kompetisi lokal? Dalam beberapa tahun terakhir, sudah berapa banyak pelatih yang keluar masuk timnas tapi selalu gagal memberikan prestasi terbaik. Bahkan seorang Peter White yang sangat sukses bersama timnas Thailand tidak mampu mengangkat prestasi timnas Indonesia. Kompetisi Liga Indonesia pun adalah kompetisi yang boleh dibilang terbaik di Asia Tenggara dan masuk dalam 10 Liga terbaik di Asia.

Dan yang paling mendapat banyak sorotan dari hasil pertandingan Indonesia vs Kuwait malam ini adalah seorang Ismed Sofyan karena Ismed yang mendapatkan kartu merah pada pertandingan tersebut dianggap sebagai penyebab gagalnya Indonesia meraih poin penuh. Ismed juga dianggap sebagian orang penyebab kekalahan Indonesia dari Arab Saudi di Asia Cup 2007 lalu  karena membuat pelanggaran yang seharusnya tidak perlu dilakukan dan berujung gol untuk Arab Saudi. Padahal, pemain yang dikenal memiliki tendangan bebas dan umpan yang akurat ini sering menjadi andalan klubnya, Persija Jakarta melalui gol-gol spektakuler dan assist akuratnya.

Entah kapan kita akan melihat timnas sepak bola Indonesia meraih prestasi yang membanggakan. Juara karena lawan WO saat final piala kemerdekaan, jelas bukan suatu kebanggan. Di saat timnas negara lain, khususnya Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Vietnam, bahkan Malaysia dengan timnas U-23 yang sempat mengadu kekuatan dengan Manchester United, Timnas Indonesia masih berjalan di tempat tanpa kemajuan yang signifikan.

Memang, setitik cahaya kemajuan sepak bola Indonesia sedikit tergambarkan oleh penampilan Indonesia U-19 di kualifikasi Asia Cup U-19. Samsir Alam dkk. mampu membuat publik sepak bola Indonesia sedikit tersenyum oleh aksi-aksi mereka walaupun gagal lolos ke Asia Cup U-19. Menunggu mereka siap untuk timnas senior berarti kembali membuat rakyat Indonesia menambah kesabarannya untuk melihat timnas sepak bola menjadi juara. Dan tentu saja berharap Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain.

3 pemikiran pada “Sebuah Cerita Dari Timnas Sepak Bola Indonesia

  1. Saya tegaskan sekali lagi pemain indonesia yang berumur 17 ke atas adalah produk gagal karena pembinaan yang tidak baik dan benar oleh klub ataupun timnas. jadi percuma menerapkan sistem pelatnas seperti apapun atau mengontrak pelatih sekaliber apapun. hasilnya tetap NOL BESAR!!! kita harus membuat generasi baru dari dasar dengan sistem pembinaan yang baik dan benar seperti pelatih berkualitas yang berlisensi internasional untuk segala umur, fasilitas latihan yang berkualitas pula, sistem gizi dan nutrisi yang teramati, dll.. mungkin itu satu-satunya cara untuk lebik baik. Hidup Sepakbola Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s