Kode Etik Amil Zakat

Berikut adalah kode etik amil zakat seperti yang ditetapkan oleh pengurus Forum Zakat (FOZ) 2003-2006. (Sumber: Majalah Sharing Edisi Agustus 2008)

1. Tanggung Jawab Profesi

Dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap amil zakat harus senantiasa menggunakan pertimbangan syariah, moral, dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukan.

2. Kepentingan Publik

Profesi amil zakat dapat tetap berada pada posisi penting ini hanya dengan terus menerus memberikan pelayanan pada tingkat yang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat dipegang teguh. Mereka yang memperoleh pelayanan dari amil zakat mengharapkan amil zakat untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan amanah, integritas, obyektivitas, dan kepentingan untuk melayani publik.

3. Integritas

Integritas mengharuskan seorang amil zakat untuk antara lain, bersikap jujur dan objektif tanpa harus mengorbankan rahasia muzakki/donatur atau mustahik. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima perbedaan pendapat yang jujur dan kesalahan yang tidak disengaja, tetapi tidak dapat menerima kecurangan dan peniadaan prinsip.

4. Obyektivitas

Obyektivitas adalahsuatu kualitas yang memberikan nilai dan jasa yang diberikan amil. Prinsip obyektivitas mengharuskan amil bersikap adil, tidak memihak, jujur, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain. Amil bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi.

5. Kompetensi, Kehati-hatian, Profesional, dan Kehati-hatian Syariah

Setiap amil harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian syariah, kehati-hatian profesional, kompetensi dan ketekunan, serta meempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan.

6. Kerahasiaan

Setiap amil harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan pelayanan/jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak dan kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

7.  Perilaku Profesional

Setiap amil harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada muzakki, mustahik, mitra, sesama amil, dan masyarakat pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s