Euforia Minim Makna

Mau-tahu-sejarah-kalender-Ini-dia-ulasannyaDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Euforia berarti perasaan nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan. Di penghujung tahun seperti saat ini, kita akan menyaksikan euforia yang melanda masyarakat kita dalam menyambut tahun baru 2016.

Euforia menyambut tahun baru dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari sekedar bermain kembang api di halaman rumah sampai mengadakan pesta hingga larut malam atau bahkan sampai pagi. Euforia ini bisa dipastikan terjadi di seluruh dunia. Dalam cakupan yang lebih kecil, juga terjadi di Indonesia dan di lingkungan tempat tinggal kita.

Sistem perhitungan hari dunia yang hari ini menggunakan perhitungan hari berdasarkan penanggalan Kalender Masehi yang awalnya diilhami dari penomoran tahun pada Kalender Julius dan Kalender Gregorian, sudah menjadi penanggalan yang bersifat default bagi penduduk dunia. Termasuk bagi masyarakat Indonesia yang umumnya beragama Islam. Muslim Indonesia hari ini banyak yang terjebak dalam perayaan tahun baru yang sebenarnya tidak pernah diajarkan oleh panutan mereka, Rasullah SAW yang setiap hari disebut-sebut sebagai panutan, junjungan, dan pemimpin. Setidaknya itu yang diucapkan dalam pembukaan setiap kali memberikan sambutan atau pengarahan. Lanjutkan membaca

Pesona Wisata Bengkulu: Air Terjun Suban Air Panas

IMG_4803

Air Terjun Suban Air Panas

Libur panjang di akhir tahun memang paling enak dinikmati bersama keluarga. Libur akhir tahun yang bertepatan dengan long weekend karena Hari Natal tahun 2015, saya habiskan bersama keluarga besar ke salah satu objek wisata yang ada di Provinsi Bengkulu. Salah satu destinasi yang dipilih oleh saya bersama keluarga adalah berkunjung ke Objek Wisata Suban Air Panas di Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Objek wisata pemandian Suban Air Panas bukan objek wisata yang asing di telinga warga Provinsi Bengkulu khususnya warga Kota Bengkulu. Objek wisata ini telah ada sejak puluhan tahun lalu dan terkenal dengan mata air yang secara alami mengeluarkan air dengan suhu yang hangat. Tentu ini kontras dengan suhu udara rata-rata di Kota Curup yang terkenal dingin karena berada di daerah pegunungan. Lanjutkan membaca

Berbuat Baik Dan Kebaikan Itu Akan Kembali

Copyright @bang_adiet

Di tengah keseharian seorang karyawan yang diburu oleh target demi menyejahterakan keluarga dan orang banyak, akhirnya blog ini mendapat tambahan tulisan baru setelah berbulan-bulan dibiarkan saja tanpa ada sesuatu yang baru. Semoga ke depan konsistensi selalu hadir untuk selalu mengisi blog ini dengan sesuatu yang bermanfaat bagi semua.

Di tengah kelelahan dan kejenuhan dari pekerjaaan yang dilakukan setiap hari, saya secara pribadi, Alhamdulillah selalu dibenturkan dengan sebuah kejadian dimana saya dipertemukan dengan sesuatu yang dapat melupakan kelelahan dan kejenuhan tersebut dan kembali memberikan sebuah semangat baru.

Contoh nyata baru-baru ini di tengah kejenuhan, bagaimana saya bisa bertemu dengan top management perusahaan di tempat saya bekerja dan kembali mengingatkan akan pentingnya sebuah passion dalam melakukan sebuah pekerjaan. Pesan tersebut InsyaAllah akan dibahas di lain kesempatan.

Lanjutkan membaca

Agar Tak Menjadi Debu

Oleh: Chandra Kurniawan

Sesungguhnya kemuliaan diri tidak terletak pada kesombongan dan tidaklah sama dengan kehinaan. Kemuliaan adalah cahaya dan terletak di kutub yang lain, sedangkan kehinaan adalah kegelapan dan terletak di kutub yang lainnya lagi.

Menghindari kesombongan bukan berarti rendah diri. Karena rendah diri kepada sesama manusia adalah kehinaan. Menghindari kesombongan adalah rendah hati, beribadah hanya karena-Nya dan mau menerima kebenaran dari mana pun datangnya. Lanjutkan membaca

Keresahan

Lingkungan terus berubah setiap harinya, tanpa bisa kita tebak. Kalam-Nya telah berkata, tidak ada yang mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi esok. Sedangkan Kapten Mac Taylor dalam serial CSI: NY berkata semua bisa berubah dalam satu hari.

Menyikapi setiap perubahan yang terjadi, tentu sah-sah saja bagi kita untuk memiliki asumsi mengenai latar belakang apa yang sedang terjadi, kita rasakan, kita saksikan. Tidak ada larangan maupun batasan mengenai asumsi tersebut. Setiap pikiran berhak menebak dan menerjemahkan situasi yang ada di depan mata. Lanjutkan membaca

Cinta Bersemi Di Pelaminan

Oleh: Anis Matta

Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.
Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.

Disini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh seorang istri. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: aku cinta padamu! Nasr tentu saja malu kerena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nasr. Betapa gembiranya Nasr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. Tapi mereka menderita. Dan Nasr meninggal setelah itu. Lanjutkan membaca

Kerinduan

Sore ini, tidak jauh berbeda dengan sore-sore lain yang pernah dilalui. Kesibukan dari rutinitas dan rasa lelah campur menjadi satu. Menyibakkan satu rasa. Aku harus tidur untuk melupakan kesibukan dan menghilangkan kelelahan.

Seketika di tengah lamunan yang diiringi oleh lantunan Bingkai Kehidupan dari Shoratul Harokah, memori di kepala secara otomatis beralih ke mode rewind apa yang pernah dilalui sekitar 5-7 tahun yang lalu. Ketika diri yang mulai merenta tua ini masih terbilang cukup muda, melewati hari di ruang kuliah, mushola atau sekedar memenuhi sekretariat dengan canda tawa.

Terbesit kerinduan dengan apa yang pernah dilalui. Banyak sekali yang berubah dalam 5 tahun ini. Canda tawa, keseriusan dalam berdiskusi atau hanya sekedar diam masih hangat terasa di hati. Berkumpul dengan orang-orang yang luar biasa. Dengan semangat dan mimpi yang selalu meninggi. Kesantunan dalam berinteraksi, saling mengingatkan jika lupa diri, atau saling memberi nasihat menjadi suatu kerinduan tersendiri yang ingin sekali untuk diulang dan diperbaiki. Lanjutkan membaca