Tipe Wanita Berdasarkan Jagoan Idola di Marvel Comics

Sore ini sengaja bikin tulisan ringan. Yah, boleh klo tulisan ini dibilang asal-asalan.. Asal menghibur teman-teman melewati kepenatan di hari senin boleh kan? *garing* Berikut saya sharing beberapa tipikal wanita dari jagoan Marvel comic yang diidolakan oleh seorang wanita:

1. Tony Stark

Tony Stark atau Iron Man adalah laki-laki tajir, mapan, punya perusahaan. Tipe Pria metroseksual yang pastinya tidak ada yang meragukan ketebalan dompet Tony Stark. Dengan sikap cool dan senyumnya, kemampuan finansial serta otaknya yang encer, wanita mana yang sulit jatuh hati pada Tony Stark. Bisa ditebak wanita seperti apa yang mengidolakan pria seperti ini. Ya, mereka yang pastinya menjadikan harta dan kedudukan seorang pria sebagai kriteria utama dalam mencari pasangan hidup. Dalam kisah lain, Bruce Wayne (Batman) adalah saingan berat Tony Stark (Batman bukan termasuk dalam super hero Marvel Comic).

2. Peter Parker

Peter Parker (Spiderman) adalah sosok pria muda yang jenius namun tidak begitu memiliki harta dan kedudukan. Bahkan bisa dikatakan Peter Parker selalu tidak beruntung di lingkungannya, diremehkan adalah makanan sehari-hari Peter Parker. Wanita yang bisa menerima pria seperti Peter Parker adalah wanita yang bisa menerima seseorang apa adanya asalkan si pria berani bertanggung jawab terhadap wanita tersebut. Superman dari DC Comics adalah saingan berat Peter Parker dalam menaklukkan wanita :D

3. Hulk

Dr. Bruce Banner adalah korban dari radiasi ledakan nuklir yang membuatnya menjadi makhluk hijau raksasa. Jika emosinya naik, maka dia akan berubah menjadi raksasa hijau yang lebih dikenal dengan nama Hulk. Wanita yang jatuh hati dengan pria seperti Dr. Bruce Banner adalah wanita yang penuh kesabaran dan jenius serta selalu haus akan ilmu pengetahuan.

Baik, sampai disini dulu karena saya baru tertarik untuk membahas tiga dari begitu banyak super hero di Marvel Comics. Enjoy my blog. Thank You

Kemerdekaan Ekonomi

Oleh: Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto

Dulu saya sering heran kalo liat SPBU macem Shell, Petronas dan SPBU asing lainnya yang berjajar di pinggir jalan, mereka berdagang tapi nggak ada yang beli, apa mereka untung? Tapi kenapa mereka membangun gedung yang megah walaupun pelangganya nyaris dikatakan kosong melompong, tak ada mobil yang mau belok ke SPBU asing yang cuman jualan Pertamax. Kini saya baru mengerti ternyata itu diskon atas investasi yang mereka lakukan, lalu bagaimana mereka bisa yakin berbisnis di Indonesia, ternyata mereka memang udah tau arah perkembangan ekonomi politik kita sekarang, regulasi minyak kita mengarah pada Pasar Bebas, Pemerintah lebih suka menjual premium ke pasar spekulasi NYMEX, ketimbang nyalurin ke rakyatnya sendiri. Jadi saya paham bagaimana kemudian 40 perusahaan asing memegang beslit lisensi 20.000 hak pembangunan SPBU, ini artinya nanti bakal ada 800.000 SPBU asing bermain di pasaran distribusi ritel. Lanjut membaca

Idealisme

Idealisme dalam artian umum seperti paham atau keinginan yang sesuai dengan ideal atau pakemnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Idealisme artinya adalah ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yang benar yg dapat dicamkan dan dipahami; 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan. Lanjut membaca

Peringkat Sepak Bola Negara Asia (AFC Ranking-Based On FIFA Ranking Update April 11 2012)

Indonesia berada di Posisi 151 Dunia dan Posisi 24 Asia.

Sumber: www.fifa.com

Rnk Zon. Rnk Team Pts +/- Pos
21 1 Australia 862 -1 Down
30 2 Japan 753 3 Up
31 3 Korea Republic 746 -1 Down
51 4 Iran 578 0 Equal
66 5 China PR 503 2 Up
69 6 Uzbekistan 493 -2 Down
70 7 Iraq 488 6 Up
81 8 Jordan 420 2 Up
84 9 Qatar 384 4 Up
86 10 Korea DPR 377 25 Up
87 11 Kuwait 376 7 Up
89 12 Saudi Arabia 373 -1 Down
93 13 Bahrain 361 0 Equal
93 14 Oman 361 -1 Down
97 15 Vietnam 347 1 Up
121 16 United Arab Emirates 281 1 Up
126 17 Syria 268 0 Equal
128 18 Lebanon 266 -4 Down
131 19 Tajikistan 255 14 Up
141 20 Thailand 232 -2 Down
142 21 Turkmenistan 222 24 Up
148 22 Philippines 182 8 Up
149 23 Nepal 164 4 Up
151 24 Indonesia 160 -4 Down
152 25 Bangladesh 154 12 Up
153 26 Palestine 151 7 Up
156 27 Malaysia 148 -4 Down
156 28 Yemen 148 -8 Down
158 29 Singapore 145 -8 Down
161 30 Hong Kong 132 -3 Down
164 31 Maldives 130 10 Up
165 32 India 122 -7 Down
168 33 Afghanistan 118 10 Up
169 34 Chinese Taipei 117 -1 Down
173 35 Cambodia 101 -7 Down
173 36 Myanmar 101 4 Up
175 37 Laos 96 -2 Down
177 38 Mongolia 90 -6 Down
181 39 Sri Lanka 82 5 Up
182 40 Pakistan 80 -1 Down
194 41 Guam 32 -1 Down
195 42 Kyrgyzstan 29 -3 Down
198 43 Macau 19 1 Up
201 44 Bhutan 6 0 Equal
202 45 Brunei Darussalam 4 -1 Down
204 46 Timor-Leste 2 0

Rabun Niat, Sebuah Kegelisahan…

Di tulisan ini, saya akan menceritakan salah satu pengalaman saya dalam keseharian. Termasuk kegelisahan yang saya temui.

Sebagai seorang Relationship Manager di salah satu bank, terkadang saya harus mewakili kantor saya di beberapa undangan yang diadakan nasabah ataupun mitra bank di tempat saya bekerja. Dan sebagai bank syariah, tentu saja banyak nasabah ataupun mitra kantor saya yang merupakan individu ataupun organisasi dengan nafas Islam yang kuat.

Konsekuensi logis dari seorang individu atau organisasi dengan nuansa Islam yang begitu kuat adalah mereka sangat mengerti dan memahami agama Islam dengan baik ketimbang masyarakat biasa kebanyakan. Mereka sangat mengerti akan Islam yang begitu kompleks dan menyentuh setiap sendi kehidupan. Al Quran, sebagai kitab suci umat Islam menyimpan begitu banyak petunjuk untuk kehidupan. Mulai dari masalah tauhid, sosial, hukum waris, politik sampai masalah ekonomi ada di dalam Al Quran.
Lanjut membaca

Perbandingan Periodisasi Pemikiran Ekonomi Konvensional dan Pemikiran Ekonomi Islam

Sumber: Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Dr. Euis Amalia, M. Ag hal-64-65

KONVENSIONAL PERIODISASI ISLAM
Xenophon (440-335 SM)

Plato (427-357 SM)

Aristoteles (350 SM)

Sebelum Masehi (Klasik)  
Bible; Masa Scholastic

St. Thomas Aquinas (1270 M)

St. Albertus Magnus (1206-1280 M)

Abad ke 1-11 M

(…450 H/ …1058 M)

Masa Rasullah (613-632)

Khulafarasyidin (632-661)

Daulah Ummayah (abad 7-8)

Daulah Abbasiyah (abad 8-11)

Masa Renaissance/Keemasan Islam

Al Quran dan Sunnah sebagai sumber ilmu dan hukum, fase pertama: peletakan dasar pemikiran Abu Yusuf ; Abu Ubaid; Al Daudi; Syafii; Abu Hanifah dll.
Ada Great Gap selama 500 tahun, the dark ages di Barat. Namun sesungguhnya masa ini adalah masa keemasan dunia muslim. Beberapa pemikiran ekonomi muslim banyak diikuti tanda disebutkan sumbernya ant: Teori Pareto Optimum dari kitab Nahjukl Balaghah Imam Ali Bar Hebralus dari Ihya ‘Ulumuddin al Ghazali Daulah Abbasiyah II (abad 11-15) (450-850 H/1058-1466 M) Masa Kemunduran Baghdad. Baghdad jatuh ke tangan Mongol, Dinasti dilanjutkan turun temurun di Mesir dengan Ibukota Kairo. Fase kedua

Al Ghazali  (1055-1111)

Al Mawardi (1058)

Ibnu Hazm (1064)

Ibnu Taimiyah (1263-1328)

Abu Ishak Al Syatibi (1388)

Ibnu Khaldun (1332-1404)

Al Maqrizi (1364-1441)

Merkantilisme

Jean Bodin (1530-1596M)

Thomas Mun (1571-1641 M)

J.B. Colbert (1619-1683 M)

Sir William Petty (1623-1687 M)

Abad ke-15 -20 M

(850-1350 H)/1446-1932 M)

Fase ketiga terjadi kemunduran pemikiran ekonomi di dunia muslim sedangkan dunia barat mulai bangkit dikenal dengan Renaissance
Fisiokratis

Quesnay (1694-1774)

 

Masa Klasik dan Neo Klasik

David Hume (1711-1776)

Adam Smith (1723-1790)

R. Maltus (1766-1834)

David Ricardo (1772-1823)

J.B Say (1767-1832)

J.S Mill (1806-1873)

 

Sosialisme Komunitas Bersama

Robert Owen (1771-1858)

Charles Fourier (1772-1837)

Louis Blanc (1811-1882)

 

Kapitalis vs Sosialis; Marxisme

J.S. Mill (1806-1873)

Karl Marx (1818-1883)

Engels (1848)

Keynes; Marshal

 

  Sekitar abad ke-16 di fase ini banyak buku-buku pemikir muslim yang hilang dan dikutip setelah dialihbahasakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Al Afghani (1897)

Syah Wali Allah (1703-1762)

Simon Kuznes; WW. Rustow; V. Lenin; Milton Friedman Abad ke-20

Fase sekarang

M. Iqbal (1873-1938)

Opini: Solusi Permasalahan Pendaftaran Haji Indonesia

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan total penduduk muslim sebanyak 85 % dari jumlah warga negara, Indonesia mengirimkan 211.000 calon jamaah haji reguler setiap tahunnya ke Tanah Suci untuk menjalankan Ibadah Haji. Belum lagi untuk haji khusus dimana pemerintah Kerajaan Saudi Arabia menyediakan 17.000 visa bagi jamaah haji khusus dari Indonesia setiap tahunnya.

Minat masyarakat yang terus meningkat untuk menjalankan ibadah haji menimbulkan banyak peluang bagi beberapa pihak. Ini dibuktikan dengan semakin banyaknya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan travel perjalanan haji khusus yang berdiri di setiap kota di Indonesia. Begitu juga dengan lembaga keuangan seperti bank. Bank, dengan memanfaatkan perannya sebagai lembaga intermediasi, menangkap peluang untuk membantu masyarakat yang memiliki keinginan kuat beribadah haji namun belum memiliki dana yang cukup, mengeluarkan produk dana talangan haji untuk mempermudah masyarakat mendapatkan porsi haji reguler. Lanjut membaca

Ironi Penegakan Hukum

Masih segar diingatan, seorang pemuda berinisial AAL yang divonis 5 tahun penjara karena mencuri sandal. Atau kasus yang menimpa seorang nenek di Banyumas karena mencuri 3 buah kakao dan divonis 1,5 tahun penjara dengan masa percobaan 3 bulan. Dua kasus hukum yang sampai hari ini akan selalu melekat diingatan warga negara Indonesia dan masih banyak kasus hukum yang menimpa rakyat kecil di Indonesia dan dianggap tidak adil bagi sebagian orang.

Masih ingatkah kita dengan kasus skandal Bank Century yang merugikan negara sebesar 6,7 triliun rupiah? Kasus yang menyita tenaga dan biaya anggota dewan serta seluruh rakyat Indonesia ini menguap bagai embun pagi yang disinari mentari. Kasus yang konon melibatkan sejumlah nama terkenal ini terkesan lambat dalam penyelesaiannya. Atau, bagaimanakah keseriusan para penegak hukum dalam mengungkap kasus wisma atlet yang melibatkan pihak dari partai penguasa? Lanjut membaca