Ryan Giggs.. The Living Legend

Ryan Giggs, pemain yang mengandalkan kaki kiri ini adalah salah satu alumni academy Manchester United paling sukses saat ini. Mengawali debutnya bersama Setan Merah pada 2 Maret 1991, Giggs adalah legenda hidup Manchester United. Bersama David Beckham, Giggs pernah dianggap salah satu pemain sayap terbaik yang pernah dimiliki Liga Inggris.

Giggs menjalani pertandingan ke-900 bersama Manchester United pada Minggu 26 Februari 2012 dan menjadi penentu kemenangan Man-U atas Norwich City. Berbagai prestasi telah ditorehkan Giggs. Salah satunya adalah gelar Liga Champions Eropa. Tapi, dibalik suksesnya bersama Manchester United, Giggs memiliki nasib yang kurang beruntung bersama tim nasional. Meskipun begitu, Giggs adalah legenda hidup yang menjadi panutan bagi seluruh pemain muda United.

Mengutip salah satu blog fans klub, rasa benar sampai kapan Man-U akan mengandalkan Ryan Giggs?  Mengingat usianya yang sudah 38 tahun. Semoga tidak ada yang terlela dengan loyalitas serta dedikasi Giggs. Glory.. Glory.. Glory Manchester United.

Ryan Giggs.. Ryan Giggs.. Running down the wing.. Feared by the blues .. Loved by the reds.. Ryan Giggs.. Ryan Giggs.. Ryan Giggs….

– Giggs pernah diperebutkan Manchester United dan Manchester City saat berusia 13 tahun. SIR Alex Ferguson sampai mendatangi sendiri rumah Giggs untuk mengajak bergabung bersama Manchester United–

The Class of 92

The Class of 92. Ini adalah angkatan yang terbaik yang pernah dimiliki oleh Manchester United dari academy mereka. Berisikan pemain-pemain muda hebat seperti David Beckham, Ryan Giggs, dan Paul Scholes. Mereka menjuarai The FA Youth Cup tahun 1992. Dan mereka pun menjadi tulang punggung Manchester United selama hampir satu dekade.

Gary dan Phil Neville, David Beckham, Paul Scholes, Ryan Giggs, Nicky Butt adalah talenta luar biasa hasil didikan sekolah sepak bola milik Manchester United. Tidak hanya menjadi andalan di klub, mereka juga sering memperkuat tim nasional mereka masing-masing. Salah satu sejarah emas dalam sejarah panjang perjalanan Manchester United. Memang, ada beberapa orang selain dari mereka seperti Keith Gillespie, Robbie Savage, dan Simon Davies yang juga merupakan anggota tim academy Manchester United 1992. Namun, karier mereka tidak seberuntung yang lain. Lanjut membaca

Manchester United

Masih lekat diingatan ketika dulu, pertama kali menyaksikan Manchester United berlaga di Liga Inggris melawan Newcastle United musim 1995-1996 aku langsung jatuh cinta pada klub ini. Meskipun pertandingan sepakbola Liga Eropa pertama yang kusaksikansebenarnya adalah Juventus vs Fiorentina, tapi Manchester United seolah “membius” untuk selalu diikuti. Lanjut membaca

Peringkat Sepak Bola FIFA (Update: Februari 2012)

Indonesia berada di posisi ke-146 dunia dan 21 di Asia (sumber: www.fifa.com)

Feb 2012
Rnk Zon. Rnk Team Pts +/- Pos
22 1 Australia 832 -1 Down
30 2 Japan 762 -11 Down
34 3 Korea Republic 714 -4 Down
47 4 Iran 606 -3 Down
76 5 China PR 456 -2 Down
77 6 Uzbekistan 455 -10 Down
79 7 Iraq 439 -6 Down
82 8 Jordan 431 -1 Down
89 9 Saudi Arabia 407 -2 Down
91 10 Kuwait 399 4 Up
95 11 Oman 377 -5 Down
96 12 Qatar 372 1 Up
97 13 Bahrain 366 -2 Down
100 14 Vietnam 347 1 Up
106 15 Korea DPR 314 1 Up
114 16 Lebanon 299 -2 Down
122 17 Syria 270 -5 Down
130 18 Thailand 245 -6 Down
132 19 United Arab Emirates 243 6 Up
140 20 Tajikistan 218 0 Equal
146 21 Indonesia 161 -3 Down
147 22 Yemen 159 2 Up
148 23 Singapore 155 -1 Down
149 24 Turkmenistan 154 -3 Down
150 25 Malaysia 153 -2 Down
152 26 Nepal 144 1 Up
154 27 India 141 4 Up
156 28 Philippines 139 1 Up
157 29 Bangladesh 138 1 Up
162 30 Palestine 128 0 Equal
163 31 Hong Kong 126 5 Up
166 32 Chinese Taipei 116 1 Up
170 33 Mongolia 106 -1 Down
171 34 Laos 105 3 Up
172 35 Cambodia 104 -2 Down
174 36 Myanmar 99 -2 Down
175 37 Maldives 98 -2 Down
178 38 Afghanistan 85 -1 Down
181 39 Pakistan 76 -2 Down
182 40 Sri Lanka 75 -2 Down
192 41 Kyrgyzstan 42 -1 Down
193 42 Guam 36 -1 Down
196 43 Macau 29 1 Up
201 44 Bhutan 6 1 Up
201 45 Brunei Darussalam 6 1 Up
204 46 Timor-Leste 2 1 Up

Paman Sam Kritis!

Sejak jatuhnya Lehman Brothers pada 2008, perekonomian Amerika seakan terus berjuang melewati badai krisis. Dampak yang ditimbulkan dari bangkrutnya perusahaan investasi terbesar di Amerika ini sungguh luar biasa dan berdampak pada perekonomian seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Walaupun efeknya tidak begitu dirasakan masyarakat, kondisi tersebut jelas memiliki daya yang besar untuk menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya krisis ekonomi yang lebih parah. Lanjut membaca

Keteladanan

1. Rasullah SAW dan Pengemis Yahudi yang Buta

Di suatu pojok kota Madinah, ada seorang pengemis Yahudi buta yang selalu menjelek-jelekan Nabi Muhammad SAW. Dia selalu berkata kepada setiap orang yang lewat (termasuk kepada Rasullah) kalau Muhammad adalah penipu, tukang sihir, dan berbagai ucapan buruk tentang Rasullah. Tapi, karena buta, dia tidak bisa melihat kalau orang yang sering memberi makan kepadanya setiap hari adalah Rasullah SAW dan Rasullah pun tidak pernah sekalipun memberitahukan pengemis itu jika dia yang setiap hari memberi makan. Lanjut membaca

Respect, Please…..

Kejadian unik tapi juga “menyedihkan” tersaji di Liga Inggris akhir pekan lalu saat Manchester United bertemu Liverpool di Old Trafford. Kita semua sudah tau, yang menjadin partai klasik Liga Inggris itu tambah panas adalah konflik antara Luiz Suarez dan Patrice Evra. Sejujurnya, aku sangat kesal dengan sosok Suarez yang menolak berjabat tangan dengan Evra sebelum pertandingan dimulai, namun belakangan Suarez meminta maaf dan saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Suarez.

*Jabat tangan dan selebrasi dalam satu video*

Begitupun aku menyesalkan selebrasi Evra di depan Suarez begitu laga berakhir walaupun aku adalah fans Manchester United. Ya, kita harus respect terhadap lawan. Selebrasi Evra tidak akan pernah terjadi jika Suarez tidak menolak bersalaman dengan Evra sebelum pertandingan di mulai. Semoga kita bisa mengambil pelajaran peristiwa ini terutama untuk sepak bola Indonesia agar lebih baik dari hari ini. Respect, Please…

Courtesy: www.youtube.com

Belajar Dari Liga Jerman

Sore ini aku akan berbagi soal perilaku ekonomi yang dianalogikan dalam dunia sepak bola. Jujur, ide tulisan ini bukan berasal dari diriku melainkan dari blog abiaqsa.blogspot.com yang sering aku kunjungi, Aku merasa tertarik untuk mengupas kembali salah satu tulisan di blog tersebut karena bagiku tulisan itu sangat menarik.

Tulisan kali bercerita tentang perbedaan liga-liga terbesar di Eropa di antaranya Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan Liga Jerman. Ingin sekali rasanya ikut menyertakan Liga Indonesia dalam tulisan ini, Tapi tidak baik rasanya jika terlalu memaksakan kehendak memasukkan Liga Indonesia.hehe… Baiklah, kita lihat perbandingan keempat liga sepak bola di atas dan kita kaitkan dalam perilaku ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Lanjut membaca

Keith Kayamba Gumbs

Sekali-sekali buat tulisan ringan. Istirahat dulu buat tulisan yang “berat” hehehe. Baiklah, dalam kesempatan ini Aku akan sedikit bercerita mengenai seorang pemain sepak bola yang membela Sriwijaya FC. Seorang striker bernama Keith Kayamba Gumbs.

Aku sangat tertarik membuat tulisan mengenai seorang Keith Kayamba Gumbs karena belakangan aksinya di Liga Super Indonesia sangat luar biasa. Menjadi top scorer sementara di usia 39 tahun. Dan menurutku Gumbs adalah pemain asing terbaik yang dimiliki Liga Indonesia saat ini. Lanjut membaca

Topeng Kepalsuan

Hari ini menipu diri; terlalu banyak yang tak harmoni antara hati, lisan, & laku perbuatan diri. Moga Allah ampuni.. (Salim A. Fillah via Twitter)

Dalam satu dekade terakhir, tidak bisa kita pungkiri bahwa dunia Islam di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat luar biasa. Berbagai perkembangan di berbagai sektor kehidupan seolah semua bernafaskan keislaman. Mulai dari menjamurnya bank dan lembaga keuangan berlabel syariah hingga semakin selektifnya masyarakat memilih sesuatu yang halal untuk di konsumsi.

Subhanallah.. Di satu sisi ini tentu sangat menggembirakan karena muslim Indonesia semakin bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Namun, perkembangan ini bisa menjadi pisau bermata dua karena bukan tidak mungkin kita akan banyak menemukan orang-orang yang menggunakan agama sebagai topeng untuk menutupi kelemahan diri. Menjadikan agama sebagai topeng dan menjalankan hari-harinya dengan kepalsuan. Lanjut membaca