Pesona Wisata Kota Bengkulu (Bagian 4): Pantai Jakat Bengkulu

Pantai Jakat Bengkulu, terletak sekitar 2 kilometer dari pusat Kota Bengkulu,berdekatan dengan Benteng Marlborough dan Pantai Tapak Paderi. Keindahan alam Pantai Jakat tidak kalah jika dibandingkan dengan Pantai Panjang dan Pantai Tapak Padri Bengkulu.

Di Pantai Jakat, wisatawan dapat menikmati keindahan pantai yang masih terjaga dan tidak tercemar. Pantai Jakat merupakan pantai yang relatif aman bagi pengunjung untuk mandi dan berenang di pantai. Anda juga dapat menikmati pemandangan alam yang sangat indah saat sunset menghampiri Kota Bengkulu.

Selain dapat menikmati keindahan alam Pantai Jakat, pengunjung juga dimanjakan dengan fasilitas lain yang dapat menghibur pengunjung seperti adanya penyewaan jet ski, permainan banana boat, penyewaan ban pelampung dan outbond. Pengunjung juga dapat bermain papan selancar dan surfing di pantai ini.

Sepanjang jalan di Pantai Jakat, banyak penjual jagung dan pisang bakar serta berbagai aneka gorengan hasil laut khas Bengkulu yang akan memanjakan selera kuliner Anda. Masyarakat sekitar Pantai Jakat juga menjual hasil tangkapan laut mereka disini.

Jika Anda berkunjung ke Kota Bengkulu, jangan lewatkan Pantai Jakat sebagai tujuan wisata Anda. Rasakan keindahan alamnya.

Kelebihan:

-         Keindahan alam yang luar biasa.

-         Pantai relatif aman untuk mandi dan berenang.

-         Memiliki fasilitas permainan banana boat, jet ski, dan outbond.

Kekurangan:

-         Kebersihan sekitar pantai yang masih kurang.

-         Belum memiliki fasilitas kamar ganti dan toilet umum yang memadai.


Rasa Di Suatu Pagi

Ingin menangis dan berteriak rasanya…
seperti gagal dalam sebuah pertandingan besar…

Kita tak akan pernah tau dengan apa yang akan terjadi..

Tapi, untuk apa bersedih sekarang
kalau nanti juga kita akan tertawa bahagia…

Bukankah semua akan indah pada waktunya?

Fakta Unik Piala Dunia 1986-Piala Dunia 2006

Setiap perhelatan piala dunia, pasti terdapat kejutan, cerita unik dan menyejarah. Berikut beberapa kejadian menarik seputar piala dunia, mulai dari piala dunia 1986 sampai piala dunia 2006. Dan tentu saja kita semua masih menantikan kejutan dan hal-hal unik di Piala Dunia 2010, Afrika Selatan.

Meksiko, 1986

Aktor utamanya adalah Diego Armando Maradonna. Saat Argentina melawan Inggris, Maradonna membuat dua gol yang tak akan pernah dilupakan sepanjang sejarah sepak bola. Pertama, gol yang dibuat dengan bantuan tangan kirinya dan dikenal dengan Gol Tangan Tuhan. Gol kedua ketika Maradonna berhasil menggiring bola dari tengah lapangan dan melewati 5 orang pemain Inggris lalu memasukkan bola ke gawang. Peristiwa ini terjadi pada 22 Juni 1986 di Estadio Azteca, Mexico City. Tahun dimana hubungan Inggris dan Argentina sedang memanas karena perang di Kepulauan Malvinas.

Italia, 1990

Jerman (ketika itu masih bernama Jerman Barat) mengalahkan Inggris di Semifinal. Kejadian ini kembali terulang di EURO 1996 ketika Inggris yang ketika itu menjadi tuan rumah disingkirkan Jerman di babak semifinal juga melalui adu penalti.

Amerika Serikat, 1994

Final Ideal antara Brasil melawan Italia harus diselesaikan dengan adu penalti. Final ini juga merupakan final piala dunia pertama yang harus diselesaikan melalui adu penalti. Italia kalah 3-2 oleh Brasil di adu penalti tersebut. Franco Baresi, pemain belakang Italia kembali merasakan kekalahan melalui adu penalti setelah pada piala dunia 1990 di Italia juga kalah adu penalti dari Argentina di babak semifinal.

Di piala dunia 1994 ini juga, Roger Milla (Kamerun) menjadi pemain tertua dengan usia 42 tahun.

Prancis, 1998

Prancis menjadi juara dunia untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Brasil 3-0. Zinadine Zidane menjadi pahlawan Prancis dengan dua golnya di final. Gagalnya Brasil mempertahankan gelar juara dunia juga disinyalir karena penyakit aneh yang dialami oleh striker mereka Ronaldo, menjelang partai final.

Pada piala dunia kali ini Inggris dan Argentina kembali bertemu di babak perdelapan final melaui adu penalti. Michael Owen yang ketika itu masih berusia 19 tahun membuat sebuah gol spektakuler dengan menggiring bola dari tengah lapangan dan melepaskan tendangan menyilang ke gawang Argentina.

Kejadian yang terlupakan dari pertandingan Inggris dan Argentina ini adalah ketika David Beckham mendapatkan kartu merah dari wasit Kim Milton Nielson (Denmark). Beckham dianggap sengaja membalas pelanggaran Diego Simeone dengan sebuah back heel dan Simeone mengerang kesakitan seakan Beckham melakukan pelanggaran yang sangat berat. Padahal Simeone hanya berakting kesakitan.

Jepang-Korea Selatan, 2002

Piala Dunia pertama di Asia. Korea Selatan hampir menembus babak final sebelum dikalahkan Jerman di Semifinal. Korea Selatan berhasil mengalahkan Italia di perdelapan final dan Spanyol di perempat final. Saat berhadapan dengan Italia, Ahn Jung Hwan menjadi pahlawan Korea Selatan dengan golnya ke gawang Buffon di babak tambahan. Ahn Jung Hwan yang ketika itu bermain di Perugia, klub Serie-A Liga Italia tiba-tiba menjadi public enemy di Liga Italia dan merasa terusir dari klubnya sendiri.

Di Piala Dunia 2002 ini, Inggris berada satu grup dengan Argentina di fase penyisihan. Pertandingan Inggris vs Argentina berlangsung di Sapporo Dome Stadium. David Beckham menjadi pahlawan Inggris dengan gol tunggalnya melalui titik putih dan membayar lunas kesalahannya pada piala dunia 1998. Langkah Inggris terhenti di babak perempat final oleh Brasil. Inggris kalah 2-1 dan Ronaldinho mencetak gol indah penentu kemenangan Brasil melalui tendangan bebas yang membuat kiper Inggris, David Seaman terkejut dengan datangnya bola.

Jerman 2006

Mungkin ini adalah Piala Dunia terkeras yang pernah ada. Provokasi C. Ronaldo (Portugal) terhadap wasit sehingga Wayne Rooney (Inggris) mendapatkan kartu merah setelah sebelumnya Rooney menginjak selangkangan Ricardo Carvalho saat berusaha merebut bola.  Padahal, Ronaldo dan Rooney bermain di satu klub, Manchester United.

Sebelumnya, pada pertandingan perdelapan final antara Portugal dan Belanda, terjadi hujan kartu merah. Deco dan Costinha adalah dua pemain Portugal yang medapat kartu merah. Sementara Belanda harus kehilangan Khalid Boulahrouz dan Giovani Van Bronckhorst. Keributan kecil kedua tim juga mewarnai pertandingan ini.

Dan yang tidak akan pernah terlupakan adalah insiden antara Zinedine Zidane (Prancis) dan Marco Materazzi (Italia) di partai final. Materazzi dianggap Zidane melakukan provokasi dengan berkata kotor dan rasis terhadap ibu dan adik perempuannya. Zidane yang terlihat marah menanduk dada Materazzi hingga Materazzi terguling kesakitan. Zidane harus menutup karirnya dengan kartu merah karena sandiwara Materazzi. Italia pun menjadi juara dunia melalui adu penalti sekaligus membalas kekalahan mereka dari Prancis pada final Euro 2000 dan adu penalti perpempat final Piala Dunia 1998.

Belajar Dari Bangsa Jepang

Tulisan ini terinspirasi setelah tadi pagi saya menyaksikan sebuah program berita interaktif di sebuah stasiun televisi swasta nasional.

Jepang, sebuah negara modern yang sampai hari ini masih memegang teguh tradisi asli bangsanya. Teringat pada sebuah dialog di akhir film The Last Samurai, ketika Kaisar Jepang dalam film tersebut mengatakan, “Kita boleh menerima modernisasi dari dunia barat, tapi kita tidak boleh lupa darimana kita berasal.” Mungkin alasan ini bisa dijadikan landasan kenapa sampai saat ini orang Jepang masih memegang teguh tradisi mereka.

Salah satu tradisi mereka yang terkenal di dunia adalah Harakiri atau yang lebih dikenal dengan bunuh diri dengan menusukkan pisau/pedang ke perut. Harikiri biasanya dilakukan ketika seseorang gagal menepati apa yang telah ia janjikan sebelumnya dan merasa malu tidak bisa bisa menepati janjinya.

Dalam era modern seperti sekarang ini, Harakiri juga mengalami modernisasi atau penyesuaian, terlebih di dunia politik. Seseorang yang tidak menepati janjinya akan melakukan Harakiri tapi bukan dengan menusukkan pisau ke perutnya, melainkan dengan mengundurkan diri dari jabatan tertentu yang dipegangnya. Dan inilah yang terjadi beberapa hari lalu di Jepang, ketika Perdana Menteri Jepang, Yuki Hatoyama mengundurkan diri dari jabatannya karena tidak bisa menepati janjinya pada saat kampanye, yaitu menutup pangkalan militer Amerika Serikat di selatan Pulau Okinawa. Padahal, Hatoyama baru delapan bulan menjadi perdana menteri.

Pengunduran diri seorang pejabat negara pun ternyata tidak hanya terjadi di Jepang. Di Inggris, pada bulan Mei lalu, seorang pejabat negaranya mengundurkan diri. Mereka adalah David Laws, Menteri Keuangan Inggris yang baru menjabat kurang dari sebulan setelah mengakui penggunaan penerimaan pajak sekitar 10 ribu poundsterling untuk membayar sewa apartemen bagi pasangan hidupnya. Malah, pada 2006, Perdana Menteri Korea Selatan ketika itu, Lee Hae-Chan, berani mengundurkan diri hanya karena dirinya bermain golf pada hari pemogokan pekerja kereta api.

Lalu, apa hubungannya dengan Indonesia pada hari ini? Perlu disadari atau tidak, Indonesia harus belajar dari orang-orang tersebut. Terlebih mereka yang pada hari ini menyandang status sebagai pejabat publik.

Di negeri yang selama satu dekade terakhir ini menggemakan semangat demokrasi, siapa saja berminat untuk menjadi pejabat publik seperti walikota atau gubernur. Berbagai cara dilakukan oleh mereka yang terobsesi menjadi pejabat publik, terlebih mereka yang sudah pernah menjadi pejabat dan ingin kembali menjabat. Dan untuk menggapai obsesi pribadi tersebut, berbagai janji-janji pun dilontarkan pada masa kampanye atau pengenalan diri ke publik.

Ironisnya, ketika seseorang sudah menduduki sebuah jabatan dan bahkan mencalonkan kembali dirinya, ia mengidap amnesia dengan apa yang ia janjikan. Selain itu, banyak yang ketika melakukan kesalahan tidak secara gentle mengakui kesalahannya atau mengklarifikasi kebenaran dari berita kesalahan yang diperbuatnya dan malah asyik membangun image diri dengan berbagai pencitraan positif yang kadang terkesan dipaksakan. Tidak hanya itu, jika seseorang sudah tidak bisa lagi mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah dikarenakan sudah pernah memimpin selama dua periode, maka ia akan mempersiapkan anggota keluarganya (istri atau anak) untuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Malah dalam salah satu pilkada di Jawa Timur, dua orang calon bupati yang keduanya adalah istri dari mantan bupati yang akan digantikan melalui pilkada tersebut, tidak mau bersalaman saat menghadiri salah satu acara yang diadakan oleh KPU setempat.

Suatu jabatan atau kedudukan di Indonesia saat ini lebih banyak dipandang sebagai sebuah status dimana dengan status tersebut banyak beranggapan akan mendapat sebuah kedudukan atau kehormatan di mata masyarakat. Fungsi dari jabatan yang menjadi substansi dari jabatan itu sendiri banyak dilupakan atau sengaja dinomorduakan oleh mereka yang memegang suatu jabatan.

Bisa dikatakan, mereka yang menjadi pejabat publik terkadang tidak begitu peduli dengan fungsi sebenarnya sebagai pelayan masyarakat melalui birokrasi yang dipimpinnya. Padahal, berdasarkan hasil survey oleh Political and Economic Risk Consultancy (PERC) kepada para eksekutif ekspatriat, birokrasi Indonesia menduduki birokrasi terburuk kedua di Asia setelah India.

Kita seharusnya malu dengan hasil survey tersebut. Secara logika, bagaimana mungkin bangsa yang dulunya membangkitkan semangat bangsa-bangsa lain di Asia dan Afrika untuk merdeka dan turut mendorong berdirinya Gerakan Non-Blok dan sempat dikenal sebagai Macan Asia, pada hari ini terkenal dengan berbagai permasalahan negatif seperti masalah korupsi dan lemahnya birokrasi negeri ini. Kita tidak cukup hanya berbangga dengan sejarah masa lalu. Bukankah malu sebagian dari iman?

Ke depan, kita harus menyadari bahwa jabatan bukan untuk dijadikan status diri agar mendapat kehormatan dan pandangan dari orang lain. Di balik semua itu, ada sebuah tanggung jawab besar dan fungsi kepemimpinan yang harus dilaksanakan. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya baik di dunia maupun di akhirat. Sudah sepatutnya kita belajar dari bangsa Jepang, dari bangsa manapun atau dari seseorang yang berani meninggalkan kedudukannya karena merasa tidak bisa menepati janji atau tidak menjalankan fungsi kepemimpinan dengan baik. Semoga para pemuda Indonesia yang merupakan pemimpin masa depan bisa menjadi pemimpin yang baik dan selalu merasa malu dengan kesalahan yang diperbuatnya.