Kisah Pedagang Muslim di Madinah

Sebelum Rasullah SAW hijrah ke Madinah, Kota Mekah adalah kota yang paling ramai di jazirah arab pada masa itu dan bahkan dikenal sebagai pusat perdagangan. Hal ini dikarenakan penduduk Kota Mekah didominasi oleh para pedagang handal yang berasal dari Suku Quraisy.

Berbeda hal dengan Madinah, sebuah kota yang sebelumnya dikenal dengan nama Yatsrib merupakan sebuah kota yang relatif sepi dibanding Kota Mekah pada waktu itu. Madinah memiliki gambaran sebagai daerah pedesaan yang agraris.

Ketika Rasullah SAW dan para sahabat Muhajirin hijrah ke Madinah, sedikit banyak mengubah gambaran daerah Madinah. Kaum Muhajirin yang rata-rata berjiwa bisnis, dalam waktu relatif singkat mampu mendorong kemajuan perekonomian Kota Madinah. Padahal, pasar di Madinah pada waktu itu masih dikuasai oleh para pedagang Yahudi.

Kunci sukses para pedagang muslim menumbangkan dominasi para pedagang Yahudi adalah kejujuran dan kecerdasan pedagang muslim dalam melakuakan transaksi perdagangan. Kejujuran adalah modal utama para pedagang muslim ketika berbisnis karena mereka tidak hanya mencari keuntungan dunia tapi juga keberkahan Allah demi kebahagiaan dunia dan akhirat (falah). Kejujuran ini terlihat dari keterbukaan mereka mengenai kualitas barang dagangannya dan tidak pernah mengurangi timbangan barang dagangan.

Kecerdasan juga menjadi modal penting bagi pedagang muslim. Dalam hal ini ada dua kecerdasan yang dimiliki oleh pedagang muslim yang berdagang di pasar Madinah pada waktu itu, yaitu kecerdasan membaca situasi (fathonah) dan kecerdasan dalam meyakinkan orang lain (tabligh). Kecerdasan ini diaplikasikan melalui keikhlasan para pedagang muslim untuk melebihkan timbangan barang yang dijual dengan harga normal. Dengan begitu, banyak masyarakat Madinah yang berbelanja pada pedagang muslim dan merekomendasikan pedagangan muslim tersebut dari mulut ke mulut ke kerabatnya yang lain sehingga banyak masyarakat Madinah yang melakukan transaksi jual beli pada pedagang muslim daripada melakukan jual beli dengan pedagang Yahudi. Selain itu, adanya nilai sedekah dalam setiap transaksi yang dilakukan pedagang muslim mengakibatkan Allah SWT melebihkan rezeki para pedagang muslim.

Dampak dari dominasi pedagang muslim di pasar Madinah adalah naiknya GDP (Gross Domestic Product). Hal ini menyebabkan meningkatnya taraf perekonomian Kota Madinah. Perekonomian yang terus membaik berdampak pada naiknya volume produksi dan perdagangan Kota Madinah. Bukan itu saja, pendidikan di Kota Madinah pun menjadi lebih baik dan membuat kota tersebut menjadi kota modern di zaman Rasullah SAW. Wallahualam Bishawab..

About these ads

3 pemikiran pada “Kisah Pedagang Muslim di Madinah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s